Presiden Macron: Prancis Akan Wajibkan Vaksinasi COVID-19 Bagi Nakes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Paris - Semua tenaga kesehatan di Prancis akan diwajibkan untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

Warga Prancis yang ingin masuk ke bioskop atau naik kereta juga harus menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif COVID-19.

Aturan baru tersebut diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (13/7/2021), Macron mengatakan bahwa vaksinasi tidak akan diwajibkan untuk masyarakat umum untuk saat ini, tetapi menekankan bahwa pembatasan akan berfokus pada mereka yang tidak divaksinasi.

"Kita harus menuju vaksinasi untuk semua warga Prancis, itu adalah satu-satunya cara menuju kehidupan normal," kata Macron dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran juga menuturkan bahwa tenaga kesehatan di negara itu tidak akan diizinkan pergi bekerja dan tidak akan dibayar jika mereka tidak divaksinasi COVID-19 sampai batas waktu 15 September.

"Pada 15 September, semua tenaga kesehatan harus mendapatkan dosis kedua mereka," pungkas Veran, kepada stasiun televisi LCI.

Namun Veran tidak menjelaskan pengendalian apa yang akan diterapkan untuk memberlakukan tindakan tersebut.

Vaksinasi wajib, bahkan untuk tenaga kesehatan dan profesional lain yang melakukan kontak dengan orang yang rentan terhadap COVID-19, tidak tersebar luas di Eropa, dan Macron sebelumnya mengesampingkan langkah tersebut untuk Prancis.

Tetapi lambatnya tingkat vaksinasi dan lonjakan tajam infeksi baru karena COVID-19 varian Delta di Prancis telah mendorong pemerintah untuk memperhatikan kembali kondisi tenaga kesehatan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Prancis Juga Wajibkan Vaksinasi Bagi Perawat di Panti Jompo

Petugas medis membawa pasien virus corona COVID-19 di Stasiun Gare d'Austerlitz di Paris, Prancis, Rabu (1/4/2020). Pasien COVID-19 dievakuasi menggunakan kereta kecepatan tinggi dari rumah sakit di Paris ke rumah sakit di Brittany dimana kasus tersebut masih terbatas. (Thomas SAMSON/AFP/POOL)
Petugas medis membawa pasien virus corona COVID-19 di Stasiun Gare d'Austerlitz di Paris, Prancis, Rabu (1/4/2020). Pasien COVID-19 dievakuasi menggunakan kereta kecepatan tinggi dari rumah sakit di Paris ke rumah sakit di Brittany dimana kasus tersebut masih terbatas. (Thomas SAMSON/AFP/POOL)

Tak hanya tenaga kesehatan di rumah sakit, vaksinasi COVID-19 di Prancis juga akan diwajibkan bagi mereka yang bekerja di panti jompo.

"Perlombaan baru melawan waktu sedang berlangsung," kata Macron.

Sebagai tanda pertama bahwa serangkaian tindakan baru mungkin lebih meyakinkan untuk divaksinasi, Doctolib, situs web di mana banyak orang memesan vaksin COVID-19 mereka, dibanjiri setelah pidato Macron.

Pelacak data COVID-19, Guillaume Rozier juga mengatakan bahwa permintaan vaksinasi di laman web itu pun telah mencakup puluhan ribuan orang.

Macron mengatakan bahwa izin kesehatan yang diperlukan untuk menghadiri acara berskala besar atau pergi ke klub sekarang akan digunakan lebih luas, termasuk untuk memasuki restoran, bioskop, dan teater.

"Kami akan memberlakukan pembatasan pada mereka yang tidak divaksinasi daripada pada semua orang yang sudah," beber Macron,

Tes COVID-19 di Prancis juga tidak akan lagi gratis mulai bulan Oktober mendatang, kecuali bagi mereka yang memiliki surat keterangan medis - dimaksudkan untuk meningkatkan vaksinasi.

Infografis Sudah Vaksinasi COVID-19? Jangan Kendor 5M!

Infografis Sudah Vaksinasi COVID-19? Jangan Kendor 5M! (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Sudah Vaksinasi COVID-19? Jangan Kendor 5M! (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel