Presiden Madura United Ikut Geram dengan Tudingan PSSI soal JIS Tidak Layak Gelar Duel FIFA Matchday

Bola.com, Jakarta - Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, turut mengomentari tudingan PSSI terkait ketidaklayakan Jakarta International Stadium (JIS) dalam menggelar duel FIFA Matchday. Achsanul Qosasi ikut geram dengan tudingan PSSI yang dianggapnya tak bijak itu.

Pernyataan itu mengacu pada komentar PSSI yang batal menggelar duel kedua Timnas Indonesia melawan Curacao di Jakarta International Stadium (JIS). PSSI berdalih, JIS tidak layak menggelar duel FIFA Matchday karena tidak sesuai dengan standar.

Berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100 persen infrastruktur. Itulah yang menjadi dasar PSSI membatalkan duel FIFA Matchday di JIS.

"Untuk menggelar sebuah pertandingan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday yang mengundang animo penonton sangat banyak, maka diperlukan simulasi terkait jumlah penonton. Mulai 25-100 persen dari perhitungan kapasitas maksimal keselamatan," kata Yunus Nusi.

Ikut Geram

Pemain Atletico Madrid U-18, Adrian Gallego Diaz melakukan tendangan pojok saat laga International Youth Championship 2021 antara Barcelona U-18 melawan Atletico Madrid U-18 di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (15/04/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Atletico Madrid U-18, Adrian Gallego Diaz melakukan tendangan pojok saat laga International Youth Championship 2021 antara Barcelona U-18 melawan Atletico Madrid U-18 di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (15/04/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Achsanul Qosasi menyayangkan keluarnya komentar terkait ketidaklayakan JIS dari PSSI. Pria yang juga Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaku heran karena JIS sudah dibangun sesuai dengan standar FIFA.

"JIS memakai uang rakyat. Pasti tidak dibangun sembarangan. Ada konsultan perencana, konsultan pengawas, dan tim pelaksana yang pasti akan tersinggung dengan komentar yang tidak bijak," kata Achsanul Qosasi di akun Instagram-nya.

"Apakah federasi sudah membuat analisa dan kajian kelayakan? Apa iya JIS kalah layak dibanding Patriot?," tegas Achsanul Qosasi.

Dirancang Tim Terkenal

Jakarta International Stadium. (Dok. Shutterstock)
Jakarta International Stadium. (Dok. Shutterstock)

Achsanul Qosasi juga meragukan pernyataan dari PSSI terkait ketidaklayakan JIS. Menurut Achsanul, JIS sudah dirancang oleh tim arsitektur terkenal di dunia.

"Setahu saya, JIS dirsncang oleh Buro Happold yang merupakan konsultan perencana dari Inggris yang berpengalaman merancang stadion-stadion sepak bola modern," ucap Achsanul.

"Jika JIS tidak layak, berarti ada pemborosan uang rakyat," tegas Achsanul.

Bantahan Jakpro

<p>Suasana pertandingan dari atas tribun penonton saat laga persahabatan antara Persija Jakarta menghadapi Chonburi FC dalam rangka Grand Launching Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (24/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)</p>

Suasana pertandingan dari atas tribun penonton saat laga persahabatan antara Persija Jakarta menghadapi Chonburi FC dalam rangka Grand Launching Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (24/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pernyataan PSSI itu juga menyulut bantahan dari Jakpro. Menurut Jakpro, JIS sudah sesuai dengan standar FIFA dan dirancang oleh tim yang terbiasa membangun stadion-stadion besar di dunia.

"Jakarta International Stadium salah satu stadion yang mirip dengan stadion di Eropa baik secara desain maupun fasilitas. Pada saat perencanaan stadionnya, Jakpro juga didampingi langsung oleh Assessor FIFA pada saat perencanaan dan desain JIS dilakukan," bunyi pernyataan Jakpro.

"Selain itu, JIS dirancang oleh Buro Happold, konsultan perencana dari Inggris yang memiliki pengalaman internasional dalam merancang stadion-stadion sepak bola modern di Liga Inggris, seperti Tottenham Hotspurs Stadium di London serta perancangan beberapa stadion Piala Dunia Qatar 2022," tegas Jakpro.

Pembelaaan Terkait Lahan Parkir

Kolase Jakarta International Stadium (JIS) pada tanggal 15 Augustus 2021 (kiri) dan 19 April 2022 yang diambil dari Danau Cincin, Papango, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Kolase Jakarta International Stadium (JIS) pada tanggal 15 Augustus 2021 (kiri) dan 19 April 2022 yang diambil dari Danau Cincin, Papango, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Jakpro juga mengeluarkan respons terkait keluhan PSSI mengenai sarana dan prasarana pendukung stadion semisal lahan parkir. Menurut Jakpro, itu sudah sesuai dengan peraturan FIFA terbaru mengenai konsep go green.

"Peraturan FIFA terbaru mengenai stadion, yakni desain stadion modern perlu memperhatikan isu keberlanjutan lingkungan. Salah satunya stadion direkomendasikan agar terintegrasi dengan sarana transportasi publik," ucap pernyataan tersebut.

"Itu sebabnya, fasilitas parkir di JIS daya tampungnya terbatas agar penonton atau supporter yang berkunjung ke stadion lebih mengutamakan untuk menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi," tutup Jakpro.