Presiden Meksiko Janjikan Penyelidikan Menyeluruh Kecelakaan Kereta

Daurina Lestari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Meksiko berjanji akan melakukan penyelidikan mendalam atas kecelakaan runtuhnya jalur kereta metro Kota Meksiko yang menewaskan sedikitnya 24 orang, Selasa 4 Mei 2021.

Para petugas darurat masih bekerja untuk mengambil mayat para korban, yang masih terperangkap di reruntuhan gerbong yang jatuh, pada Senin malam.

Puluhan orang terluka dalam kecelakaan salah satu yang terburuk yang pernah terjadi di metro Mexico City itu. Jalur metro kota Meksiko dibangun pada 2006-2012. Insiden itu menimbulkan pertanyaan tentang standar konstruksi dan pemeliharaan pada jaringan yang digunakan oleh jutaan orang setiap hari.

"Penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui kebenaran," kata Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador , pada konferensi pers hariannya seperti dilansir dari CNA, Rabu 5 Mei 2021.

Dia menambahkan bahwa pakar internasional independen akan membantu jaksa dalam penyelidikan tersebut.

"Kita tidak bisa berspekulasi, apalagi menyalahkan pelaku tanpa bukti," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, yang menjadi wali kota Meksiko ketika jalur kereta itu dibangun, menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada pihak berwenang.

Pada tahun 2014, penerus Ebrard sebagai walikota, Miguel Angel Mancera, menangguhkan layanan di puluhan stasiun di jalur metro yang sama untuk perbaikan karena keausan yang berlebihan.

Sebuah penelitian kemudian menyimpulkan bahwa ada masalah dengan desain, pengoperasian, dan pemeliharaan lintasan.

Bagian rel kereta dimana kecelakaan terjadi dibangun oleh salah satu perusahaan miliarder Meksiko Carlos Slim.