Presiden Mendadak Gelar Sidang Kabinet Terbatas

Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara mendadak menggelar sidang kabinet di Kantornya, Jakarta, Selasa sore, membahas dua isu utama yang berkembang di masyarakat, yakni perkembangan perekonomian dan konflik antaragama.

"Pertemuan kita hari ini tidak dijadwalkan, tapi saya memandang perlu untuk mengundang saudara, untuk membicarakan sejumlah hal, ini menyangkut apa yang terjadi di Tanah Air kita hari per hari, utamanya menyangkut dua isu pokok," kata Presiden saat mengawali pengantar sidang kabinet terbatas tersebut.

Rapat yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB digelar seusai menerima laporan dari SKK Migas.

Presiden memimpin rapat kabinet tersebut, didampingi oleh Wakil Presiden Boediono.

Selain itu dihadiri antara lain, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S Alisajhaban, Wakil Menteri Keuangan Any Ratnawati.

Di samping itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Kapolri Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto.

Dalam pengantarnya, Presiden mengatakan dua isu utama tersebut dibagi dalam empat hal.

Tiga di antaranya merupakan isu ekonomi. Pertama ,langkah-langkah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, terutama pasca-pengumuman BPS yang menyatakan pertumbuhan perekonomian Indonesia kuartal pertama sebesar 6,02 persen, atau terendah sejak 2010.

Kedua, kesiapan rancangan anggaran perndapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN P) 2013, termasuk kesiapan dalam menaikan harga subsidi BBM.

Ketiga, terkait isu perizinan yuang hingga kini dinilai masih menjadi hambatan dalam berinvestasi. Keempat, terkait dengan konflik antara umat beragama yang masih terjadi.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.