Presiden Mesir Memulai Kunjungan Resmi ke Jerman

Kairo (ANTARA) - Presiden Mesir Mohamed Moursi pada Rabu bertolak ke Jerman untuk memulai kunjungan resmi atas undangan Kaselir Angela Merkel untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.

Kunjungan yang sedianya dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut dipersingkat hanya beberapa jam saja terkait dengan situasi dalam negeri Mesir, kata Juru Bicara Presiden Mesir, Yasser Ali.

Kepala Negara Mesir juga membatalkan rencana lawatannya ke Prancis yang sedianya dilakukan setelah kunjungan ke Jerman.

Tidak disebutkan alasan pembatalan lawatan ke Paris, namun sebelumnya, dalam pidato perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pekan lalu, Presiden Moursi mengecam agresi militer Prancis ke Mali.

Moursi menilai campur tangan asing terhadap negara Mali tidak akan memecahkan persoalan, namun malahan akan memperpuruk stabilitas politik dan keamanan di negara Afrika itu.

Sementara itu, bentrokan sporadis antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan masih terus berlangsung di Kairo dan beberapa ibu kota provinsi lainnya.

Pada Rabu (30/1) siang terjadi bentrokan lagi di jalan ke arah Keduataan Besar Amerika Serikat dan Inggris.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa di dekat Bundaran Tahrir tetsebut.

Bentrokan berdarah sejak pekan lalu menewaskan sedikitnya 60 orang dan ratusan lagi cedera.

Bentrokan terparah terjadi di Port Said, 220 kilometer sebelah utara Kairo, pada akhir pekan lalu.

Akibat bentrokan berdarah tersebut, pemerintah memberlakukan jam malam di tiga kota, yaitu di Port Said, Kota Terusan Suez, 134 km timur Kairo, dan Ismailyah, 140 km timur Kairo.

Pengunjuk rasa antipemerintah itu menuntut pengunduran diri pemerintah dan pembatalan konstitusi.

Presiden Moursi telah menyatakan kesediaannya untuk dialog dengan oposisi guna menghentikan aksi kekerasan tersebut.

Tokoh oposisi utama, Mohamed Elbaredai, yang sebelumnya menolak berdialog dengan pemerintah, pada Rabu menyerukan untuk dialog dengan semua pihak membendung jatuh korban.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.