Presiden minta KPU gunakan produk dalam negeri dalam logistik pemilu

Presiden Joko Widodo meminta KPU sebisa mungkin menggunakan produk-produk buatan dalam negeri dalam pengadaan dan distribusi logistik Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024, kata Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari di Jakarta, Senin.

"Kami setuju soal ini karena saya kira penting kami ingatkan kembali, karena yang namanya demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sehingga, sebisa mungkin produk-produk lokal, produk-produk domestik dalam negeri itu yang kami utamakan," kata Hasyim di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pihaknya akan menggunakan 100 persen bahan dalam negeri untuk pengadaan barang dan jasa logistik pemilu, sehingga pesta demokrasi juga berkontribusi pada ekonomi nasional.

"Kami memohon dukungan kepada Presiden dalam proses-proses pengadaan dan distribusi logistik," tambahnya.

Baca juga: Presiden Jokowi sampaikan enam arahan terkait Pemilu 2024

Menurut Hasyim, Presiden juga telah memberikan kepastian akan memberikan dukungan penuh dan jaminan terhadap proses pengadaan distribusi logistik. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat menerima audiensi anggota KPU RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Selain soal logistik, lanjutnya, ada sejumlah poin penting yang disampaikan Presiden Jokowi, antara lain dukungan penuh dari Presiden terhadap tahapan dan pelaksanaan Pemilu 2024 yang menjadi tanggung jawab KPU.

Presiden mendukung penuh kebutuhan KPU, baik regulasi, pendanaan, serta upaya untuk meningkatkan kualitas Pemilu 2024 terkait partisipasi maupun tata kelola pemilu. Presiden juga mendorong KPU untuk mengelola dengan baik pelaksanaan pemilu, terutama pada persoalan teknis yang bisa berubah menjadi persoalan politis.

Hasyim mengatakan Presiden mendorong kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L), pemerintah daerah (pemda), dan instansi terkait untuk mendukung penuh KPU.


Baca juga: KPU: Presiden dorong masa kampanye tak terlalu panjang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel