Presiden Nintendo akhirnya meminta maaf atas permasalahan Joy-Con

Alfa Rizki

Dalam sesi tanya jawab investor Jepang bulan ini, Shuntaro Furukawa meminta maaf atas ketidak-nyamanan yang dialami oleh para pengguna Joy-Con (controller Nintendo Switch).

Namun, presiden Nintendo itu mengklaim belum bisa berkomentar lebih lanjut perihal “tindakan spesifik apa yang akan dilakukan Nintendo” karena gugatan class action yang ditujukan kepada perusahaan tersebut di Amerika Serikat masih berlangsung.

“Kami meminta maaf atas ketidak-nyamanan yang dialami pelanggan kami saat menggunakan controller Joy-Con,” ucap Shuntaro. “Kami terus meningkatkan kualitas produk, tetapi saat ini Joy-Con sedang menjadi subjek gugatan class action di Amerika Serikat yang masih tertunda sehingga kami tidak bisa berkomentar tentang tindakan tertentu yang mungkin kami ambil.”

Masalah Joy-Con ini adalah malfungsi yang disebut “drifting”, di mana karakter game bergerak meski controller tidak disentuh sama sekali, drfitng dibawa ke muka publik melalui pengajuan gugatan class action tahun lalu.

Diajukan di Seattle, Washington pada Juli 2019, gugatan itu menuduh Nintendo sepenuhnya menyadari adanya cacat yang menyebabkan Joy-Cons drifting. Penggugat utama, Ryan Diaz, mengklaim jika ia telah mengirim Joy-Con yang rusak ke Nintendo untuk diperbaiki dengan jaminan garansi satu tahun, namun ia mengalami drifting lagi hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja.

Gugatan juga mengklaim jika pengalaman itu tidak dialami Diaz saja, banyak konsumen lain mengeluhkan hal yang sama melalui berbagai unggahan di internet dan di situs web.

Tidak lama setelah gugatan diajukan, Nintendo memutuskan berhenti memungut biaya untuk perbaikan Joy-Cons yang mengalami drifting dan mulai mengembalikan uang mereka yang sudah membayar. Meskipun demikian, pihak perusahaan tidak mengakui malfungsi di di controllernya.

Gugatan Joy-Con diubah pada September 2019 dengan menambahkan Switch Lite ke dalam daftar konsol yang bermasalah, kemudian pada bulan Maret tahun ini, Hakim Distrik AS Thomas S. Zilly menyetujui langkah Nintendo untuk melakukan arbitrasi dan menolak pengajuan pembatalan kasus dari perusahaan tersebut.

BACA JUGA: Harvest Moon: One World dipastikan bakal hadir di Nintendo Switch