Presiden: Percepat Pengembangan Mobil Ramah Lingkungan

Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan perlunya percepatan pengembangan mobil ramah lingkungan untuk mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak.

"Kita bisa percepat apa yang perlu dipercepat dalam dua tahun ini," kata Presiden saat memberikan pengantar dalam rapat kabinet terbatas tentang upaya pengembangan mobil ramah lingkungan di Kantornya, Jakarta, Rabu.

Rapat yang dipimpin oleh Presiden Yudhoyono tersebut dihadiri diantaranya Wakil Presiden Boediono, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Riset dan teknologi Gusti Muhammad Hatta, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung.

Presiden mengatakan, upaya pengembangan mobil ramah lingkungan yang kini tengah diupayakan oleh pemerintah perlu dipercepat, mengingat konsumsi bahan bakar bersubsidi yang cenderung tinggi.

Tingginya konsumsi bahan bakar bersubsidi untuk kendaraan bermotor tersebut mengakibatkan tekanan bagi APBN dan menjadikan subsidi tidak tepat sasaran.

Dengan adanya mobil ramah lingkungan, diharapkan mampu mengurangi permintaan BBM sehingga dana APBN untuk subsidi dapat dialihkan kepada masyarakat miskin sehingga tepat sasaran.

Disisi lain, menurut dia, dengan adanya mobil ramah lingkungan juga membantu mengurangi polusi udara terutama gas buang karbon dioksida,


Presiden mengatakan, saat pertemuan APEC di Rusia, dirinya juga sempat berbincang dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak membahas pengembangan mobil listrik tersebut.

"Beberapa waktu lalu saat di Vladivostok, Rusia saya sempat berbicara dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak, saya sampaikan akan lebih baik bila ada kerjasama mobil listrik antara Indonesia dan korea. Presiden Lee mengatakan menyambut baik," katanya.

Untuk itu, menurut Presiden, perlu dipersiapkan sumber daya yang memadai guna pengembangan mobil ramah lingkungan tersebut.

Presiden menambahkan, dalam rapat kali ini, dirinya ingin mengetahui sejauh mana perkembangan upaya pengembangan mobil ramah lingkungan tersebut. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.