Presiden Persiraja Sindir Pemilik AHHA PS Pati yang Tak Merespons Tindakan Permainan Kasar Pemainnya

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, masih tidak menerima perlakuan kasar yang diterima pemainnya saat laga uji coba melawan AHHA PS Pati, Senin (06/09/2021). Dek Gam menyindir petinggi AHHA PS Pati yang ada di lokasi karena tak menghentikan aksi brutal pemainnya.

Pertandingan uji coba antara AHHA PS Pati melawan Persiraja Banda Aceh diwarnai duel keras yang dilakukan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun. Pemain Persiraja, Muhammad Nadhiif, bahkan sampai patah gigi karena mendapatkan tendangan ke arah wajah yang dilakukan Syaiful Indra Cahya.

Mirisnya, aksi kasar yang dilakukan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun di depan petinggi klub AHHA PS Pati yang menyaksikan dari tribune penonton di Pancoran Soccer Field (PSF). Namun, para petinggi AHHA PS Pati tidak menghentikan aksi tersebut hingga laga usai dengan kemenangan 3-0.

"Sebenarnya, kalau kita mau jujur, seandainya saya pemilik AHHA PS Pati di saat tensi pertandingan mulai tinggi, saya akan menarik pemain tersebut. Saya tidak akan biarkan dia menghancurkan pemain lawan," kata Nazaruddin Dek Gam dalam YouTube Akurasi TV.

"Itu kan tergantung dari manajer tim atau pelatihnya. Sering kami melakukan uji coba dengan permainan keras. Akan tetapi di saat tim kami sudah mulai keras, pemain tersebut kami tarik keluar agar tidak mencederai pemain lain," tegas Dek Gam.

Permasalahan ini menyita perhatian publik karena dianggap tidak etis untuk laga uji coba antara dua klub elite Indonesia. Bahkan, permainan kasar yang terjadi dalam duel AHHA PS Pati melawan Persiraja Banda Aceh itu terendus sampai ke media Eropa.

Kena Semprot

Gelandang Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhiif menjadi korban tebasan bek AHHA PS Pati FC, Syaiful Indra Cahya. (Tangkapan layar YouTube AHHA PS FC).
Gelandang Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhiif menjadi korban tebasan bek AHHA PS Pati FC, Syaiful Indra Cahya. (Tangkapan layar YouTube AHHA PS FC).

Dek Gam juga kecewa dengan jajaran pelatih dan ofisial Persiraja Banda Aceh yang tidak menghentikan pertandingan ketika sudah berada dalam tensi tinggi. Bahkan, Dek Gam yang sedang berada di Aceh tahu akan insiden tersebut dari video yang viral di sosial media.

"Saya sedang ada di luar, bila ada di lapangan maka akan saya setop itu. Saya tidak tahu karena sedang di Aceh. Saya malah tahu dari video itu begitu viral," ucap Dek Gam.

"Saya reaksi dong dan marah sebagai pemilik klub yang membiayai mereka, membimbina mereka, dan menjaga kesehatan mereka."

"Tentu saja sebagai bapak mereka, saya sangat kecewa dan marah besar. Hari itu juga saya marahi semua termasuk Sekum (Sekretaris Umum), kenapa tidak kalian setop pertandingannya? Saya marahi mereka," tegas Dek Gam.

Masih Kecewa

Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam memutuskan tim tetap bertahan di Yogyakarta selama dua pekan sambil menunggu kepastian Liga 1 dari PSSI dan PT LIB. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam memutuskan tim tetap bertahan di Yogyakarta selama dua pekan sambil menunggu kepastian Liga 1 dari PSSI dan PT LIB. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Nazaruddin Dek Gam juga masih kecewa dengan permainan keras AHHA PS Pati saat menghadapi Persiraja Banda Aceh. Dek Gam mengaku bingung akan kejadian tersebut karena AHHA PS Pati dan Persiraja tak punya sejarah rivalistas di kompetisi.

"Saya sangat kecewa dengan kejadian yang terjadi. Seharusnya, yang namanya laga persahabatan itu ya kita bersahabat. Herannya saya, di antara Persiraja dan AHHA PS Pati tidak pernah ketemu, akan tetapi kenapa duelnya itu terlalu keras?," ucap Dek Gam.

"Misalkan kami bertemu PSMS Medan, saya pikir wajar-wajar saja karena pernah berkompetisi di level yang sama. Akan tetapi ini saya rasa memang kelewatan," ujar Dek Gam.

Di Mana Posisi Persiraja Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel