Presiden PKS baru bukan satria piningit

MERDEKA.COM,

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mengantongi sejumlah nama, untuk dipilih dan ditetapkan sebagai presiden partai menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq. PKS tidak menghendaki presiden barunya seorang satria piningit.

"Punya track record organisasi yang baik sehingga dia bukan satria pingit yang tiba-tiba jadi ketua umum partai. Dia harus punya track record pimpinan organisatoris partai," kata Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nur Wahid saat dihubungi, Jumat (1/2).

Selain itu, berdasarkan aturan partai, pemilihan Presiden PKS juga diharuskan memiliki kartu anggota syuro. Ditetapkan oleh ketua majelis syuro, melalui persetujuan seluruh anggota majelis.

Namun, lantaran pergantian ini bersifat mendadak, mekanisme penetapan Presiden PKS hanya melalui persetujuan Ketua Majelis Syuro, Ketua Dewan Syuro, Presiden PKS, Ketua Majelis Pertimbangan Partai, Bendahara Umum, dan Sekretaris Jenderal.

"Tapi karena kemarin kondisinya mendesak, dan majelis syuro belum adakan rapat, jadi berbeda. Majelis syuro itu kalau rapat harusnya diisi 99 DPW, karena belum ada rapat itu makanya dibentuk badan pekerja harian,". Kata Hidayat.

Meski karir PKS dipertaruhkan ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq soal kasus suap impor daging sapi, Hidayat menegaskan PKS tetap partai yang berusaha tampil bersih.

"Kalau pun ada yang tidak bersih, itu kami serahkan ke proses hukum. Kami lihat di sini ada ketidakadilan, di mana orang lain yang sudah disebut-sebut tidak jadi tersangka, tiba-tiba petinggi partai kami langsung jadi tersangka dan ditangkap," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, penunjukan Presiden PKS yang baru, sebenarnya sudah dilakukan sesaat setelah Luthfi Hasan ditetapkan tersangka. Sehingga, kini tinggal mempublikasikannya kepada masyarakat luas.

"Jadi pada Kamis malam itu, Pak Luthfi sudah utarakan niat mundur begitu dapat kabar secara lisan dia jadi tersangka. Saat itu, dia sampaikan di dalam forum rapat PKS."

"Pagi hari Pak Luthfi niatnya makin kuat, ketua majelis syuro langsung godok skenario yang harus disepakati PKS termasuk pengganti pak Luthfi. Ketika Pak Luthfi umumkan mundur, penggantinya sudah didapat," terangnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.