Presiden Polandia Sebut Tak Ada Bukti Konkret Siapa yang Menembak Rudal ke Negaranya

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan negaranya tidak memiliki bukti konkret untuk menunjukkan siapa yang menembak rudal sehingga menyebabkan ledakan di sebuah desa Polandia dekat perbatasan Ukraina.

Ledakan yang terjadi di Desa Przewodow, sekitar 6 kilometer dari perbatasan Ukraina itu menewaskan dua warga Polandia. Media setempat melaporkan rudal itu menghantam fasilitas pengeringan biji-bijian.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Polandia menyatakan rudal buatan Rusia menghantam desa di Polandia. Hal senada juga diutarakan Duda di depan para wartawan.

"Kami tidak memiliki bukti konkret saat ini mengenai siapa yang meluncurkan rudal ini. Kemungkinan besar itu adalah rudal buatan Rusia, tapi ini semua masih dalam penyelidikan saat ini," jelas Duda, dikutip dari Reuters, Rabu (16/11).

Duda lanjut mengatakan Polandia kemungkinan besar akan berkonsultasi kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berdasarkan Pasal 4 Aliansi setelah ledakan itu.

"Duta besar kami akan menghadiri pertemuan Dewan Atlantik Utara besok pukul 10 pagi di markas NATO. Kemungkinan besar duta besar akan meminta pengaktifan Pasal 4, atau konsultasi sekutu," jelasnya.

Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki mengatakan negaranya akan meningkatkan pengawasan wilayah udaranya setelah insiden tersebut.

"Kami memutuskan untuk meningkatkan kesiapan tempur unit terpilih angkatan bersenjata Polandia, dengan penekanan khusus pada pemantauan wilayah udara," jelas Morawiecki.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]