Presiden Prancis Serukan Rusia Kembali ke Meja Perundingan dengan Ukraina

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan agar Rusia kembali ke meja negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Ukraina. Macron juga meminta agar Moskow mendengar pesan dari negara-negara di dunia yang mendorong negosiasi.

Hal ini disampaikan Macron saat menggelar konferensi pers di Bali International Convention Center, Rabu (16/11).

Macron mengatakan, seruan untuk menghentikan peran ini juga menjadi salah satu konklusi dalam KTT G20. Kendati G20 merupakan organisasi Kerjasama ekonomi, tapi seruan untuk mengakhiri perang itu juga salah satu bentuk kepatuhan terhadap peraturan internasional.
Perang yang terus menerus berkelanjutan ini dapat memperparah krisis pangan, mengingat Ukraina dan Rusia adalah salah satu pemasok gandum dan pupuk terbesar di dunia.

"Perang ini akan mengganggu stabilitas rantai pasokan pangan mengingat Ukraina sebagai produsen gandum dan pupuk. Dampaknya bisa dirasakan seluruh dunia," jelasnya.

Serangan rudal di Polandia

Dalam konferensi pers, Macron juga menyinggung soal rudal di Polandia. Dia menyampaikan belasungkawa kepada korban dan pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk Polandia sendiri untuk memastikan apa yang terjadi.

Sebuah rudal menghantam sebuah desa di Polandia, di dekat perbatasan Ukraina. Macron mengatakan telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy membahas insiden ini.

"Kondisi saat ini belum memungkinkan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab di Polandia," ujarnya.

Terkait dugaan rudal tersebut merupakan bentuk provokasi terhadap para pemimpin G20 yang sedang menggelar KTT, Macron mengatakan dirinya tidak yakin dengan hal tersebut.

"Saya tidak yakin ini provokasi terhadap pemimpin G20," jelasnya. [pan]