Presiden PSG Sebut Real Madrid, Juventus, dan Barcelona Gelar Liga Super Eropa Cuma Mimpi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden PSG, Nasser Al Khelaifi mengecam keputusan Real Madrid, Juventus, dan Barcelona yang ngotot meneruskan rencana menggelar Liga Super Eropa (ESL). Khelaifi menyebut ketiganya hanya berkhayal.

"Ketika tiga klub pemberontak membuang-buang energi, membelokkan cerita, dan terus berteriak ke langit, kami terus bergerak maju," kata Khelaifi seperti dilansir Sportskeeda.

Rencana menggelar Liga Super Eropa sebelumnya mengemuka pada 18 April. Sebanyak 12 klub mendapuk diri sebagai penggagasnya.

Mereka adalah Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Tottenham, Arsenal, Atletico Madrid, Inter Milan, AC Milan, Juventus, Real Madrid, dan Barcelona.

Namun rencana itu runtuh setelah mendapat protes dari fans, perlawanan dari FIFA, dan liga-liga domestik. UEFA selaku otoritas tertinggi sepak bola Eropa lalu menghukum 12 klub tersebut.

Namun hukuman UEFA dibatalkan pengadilan di Madrid. Hal itulah yang membuat Real Madrid, Juventus, dan Barcelona berencana meneruskan ide Liga Super Eropa.

PSG di Pihak UEFA

Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)
Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)

Khelaifi menegaskan, PSG berada di pihak UEFA soal rencana Liga Super Eropa. Khelaifi, yang juga Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA), mengatakan targetnya saat ini adalah menguatkan organisasi sembari membawa stabilitas finansial sepak bola Eropa.

"Prioritas pertama kami adalah membawa stabilitas finansial yang penting ke sepak bola Eropa. Bahkan sebelum Covid, ada banyak masalah finansial berdampak ke sepak bola," ujarnya.

"Priortas kedua adalah membuat hubungan ECA lebih kuat di antara keluarga sepak bola terutama dengan UEFA," ujar Khelaifi mengakhiri.

Proses Berlanjut

Di sisi lain, proses peninjauan hukuman oleh UEFA kini berlanjut ke Pengadilan Tertinggi Eropa di Luksemburg. Di sana, klub-klub penggagas Liga Super Eropa juga ingin monopoli oleh UEFA ditinjau ulang.

"Perkara ini sekarang akan ditinjau oleh Pengadilan Tertinggi Eropa di Luksemburg, yang mana juga akan meninjau monopoli UEFA terhadap sepak bola Eropa," tulis pernyataan resmi klub-klub penggagas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel