Presiden Qualcomm: 5G dan Cloud Akan Gantikan OS dan Memori di Smartphone

Liputan6.com, Maui - Qualcomm menggelar konferensi tahunan Qualcomm Snapdragon Tech Summit 2019 sebagai ajang untuk memperkenalkan chipset mobile terbarunya, Snapdragon 865 dan Snapdragon 765 (dan 765G). Kedua chipset ini sudah mendukung konektivitas 5G pada perangkat.

Dalam konferensi tahun ini, Qualcomm menyoroti teknologi 5G yang telah komersil di beberapa negara dan bakal mulai digulirkan di lebih banyak negara pada 2020, satu tahun dari sekarang.

Qualcomm pun menghadirkan kedua chipset di atas untuk mendukung lebih banyak perusahaan dan vendor smartphone siap menghadirkan layanan di 5G bagi konsumennya.

President Qualcomm Inc., Cristiano Amon, mengatakan, di samping untuk penggunaan business to business (B2B) dengan berbagai use cases-nya, 5G juga bakal mengubah cara orang menggunakan device, jaringan, sampai ke cloud computing.

Amon menjelaskan, internet bakal mengalami banyak perubahan seiring dengan penerapan 5G.

"Di era 5G, smartphone merupakan platform yang mengubah cara orang mengkonsumsi data, nanti 5G membuat era cloud storage menjadi edge cloud server," kata Amon di Maui, Hawaii, Amerika Serikat, Selasa (3/12/2019).

 

Koneksi Internet Super Cepat

Amon menyebut, saking cepatnya koneksi internet 5G, latensi pun kian rendah, sehingga membuat data transfer antara perangkat dan edge cloude server kian cepat, bahkan real-time, juga berkat dukungan AI atau kecerdasan buatan.

"Jaringan 5G bakal menghadirkan koneksi perangkat dengan cloud server yang reliable dan selalu aktif. Nantinya mungkin smartphone bisa terhubung dengan layanan cloud unlimited," kata Amon.

Dengan begitu, alih-alih bergantung pada besaran memori perangkat dan OS, koneksi cepat 5G bakal bisa mengakses data, gim, atau aplikasi apapun yang konsumen butuhkan dari cloud, dalam waktu realtime.

"5G akan menjadi eranya super-apps, OS dan memori nantinya menjadi kurang relevan karena pengguna bisa membuka aplikasi, gim, serta data dari cloud server berkat kecepatan dan low latency yang disajikan 5G. Kemampuan terkoneksi ini akan membuat berbagai evolusi," ujar Amon memberi penjelasan.

 

Peran Qualcomm di Era 5G

Di sini, peran Qualcomm adalah menghadirkan chipset 5G yang jelang komersialisasi 5G, kian dibutuhkan oleh banyak vendor smartphone.

Amon memprediksi, kehadiran chipset smartphone 5G akan mendorong ekosistem bisnis smartphone, menghadirkan lebih dari 230 jenis smartphone 5G, baik yang akan diluncurkan maupun tengah dalam pengembangan.

"Diperkirakan, akan ada lebih dari 1,4 miliar smartphone 5G yang dikapalkan di seluruh dunia pada 2020. Ini merupakan momen signifikan bagi industri," tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder sekaligus Vice Chairman Xiaomi Corporation, Lin Bin menyebut, Xiaomi berencana untuk merilis lebih dari 10 smartphone 5G di tahun 2020.

Sementara, Oppo yang diwakili oleh Alen Wu selaku VP and President of Global Sales Oppo menyebutkan, Oppo sudah siap merilis smartphone 5G dengan chipset Snapdragon 865 dan 765G (Reno 3Pro) dalam waktu dekat.

Begitu pula dengan Chief Product Officer HMD Global (Nokia), Juho Sarvikas, yang menyebut Nokia tengah bersiap menghadirkan perangkat 5G yang lebih terjangkau pada 2020 mendatang dengan dukungan Snapdragon 765.

Begitu juga dengan President Motorola Sergio Buniac yang menyebut, perusahaannya akan menghadirkan berbagai lini solusi dan smartphone 5G yang didukung chipset Snapdragon 865 dan 765.

(Tin/Ysl)