Presiden Sarankan Myanmar Teruskan Rekonsiliasi Etnis Rohingnya

Myanmar (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat membicarakan masalah etnis Rohingnya dengan Presiden Myanmar Thein Sein saat keduanya bertemu di Istana kepresidenan Myanmar, di Nay Pyi Taw, Selasa.

"Presiden secara khusus singgung Rohingya, dan sampaikan dorongan dan anjuran agar Myanmar untuk melanjutkan rekonsiliasi etnis terkait," katanya.

Menurut Marty, Indonesia siap mendukung rekonsialisasi tersebut. Presiden bahkan mengajak agar BUMN dapat ikut turut serta dalam rekonsiliasi itu melalui investasi membangun perekonomian di kawasan konflik tersebut.

Marty menambahkan, keduanya juga bertukar pandangan dalam penyelesaian masalah komunal.

Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono juga menyampaikan dukungannya kepada Myanmar. Presiden juga mengapresiasi pembangunan ekonomi yang telah dijalankan dan kemajuan dalam demokrasi di negara itu.

Sementara Presiden Myanmar, dalam kesempatan itu, mengundang Indonesia untuk berinvestasi di negara itu.

Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, Selasa pagi, mengatakan Indonesia terus mendukung Myanmar guna mendorong demokratisasi di negara itu.

"Di tengah-tengah situasi yang sulit itulah dunia skeptis, komunikasi saya dengan Myanmar dianggap tidak ada gunanya, saya terus melaksanakan. Alhamdulillah, Myanmar akhirnya berubah seperti sekarang ini dan para pemimpin dunia berdatangan sekarang ke Myanmar karena Myanmar sudah berubah," kata Presiden.

Presiden menambahkan, embargo ekonomi yang terus menerus kepada Myanmar tidak akan berdampak positif kepada demokratisasi maupun stabilitas di kawasan.

"Kalau embargo terus ada, tidak bagus untuk ASEAN, karena Myanmar anggota ASEAN," katanya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.