Presiden : Selain otomotif, Patimban juga dukung ekspor UMKM-pertanian

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang baru saja diresmikan pada Minggu, juga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk UMKM, pertanian, dan produk industri kreatif lainnya, selain produk otomotif.

Untuk produk otomotif, kata Presiden, Pelabuhan Patimban memang akan memiliki kapasitas pengiriman ekspor yang besar dan akan mendukung kinerja industri manufaktur termasuk produk otomotif di kawasan Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Baca juga: Presiden resmikan pengoperasian perdana Pelabuhan Patimban

Namun, Presiden menginginkan Pelabuhan Patimban juga dapat mendongkrak kinerja ekspor untuk sektor industri lainnya.

“Tetapi saya ingatkan bahwa Pelabuhan Patimban ini juga harus mendukung ekspor produk-produk lainnya yang menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif serta produk-produk lainnya sehingga mampu bersaing di pasar global,” kata Presiden dalam Soft Launching dan Pengoperasian Perdana Pelabuhan Internasional Patimban, dari Istana Kepresidenan Bogor.

Maka dari itu, Presiden Jokowi meminta jajaran kementerian, dan para kepala daerah untuk bersama-sama dengan para pelaku usaha UMKM, koperasi dan swasta untuk memaksimalkan infrastruktur di Patimban.

Baca juga: Kemenperin: jasa pelayanan pelabuhan, faktor produktivitas otomotifp

Keberadaan Pelabuhan Patimban harus terkonsolidasi dengan keberadaan industri dan ekonomi di daerah Jawa Barat, sehingga mampu melahirkan pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru.

“(Patimban) memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik dan membuat produk ekspor kita semakin efisien, semakin berdaya saing dan semakin kompetitif di pasar global,” ujar Presiden.

Patimban terletak di antara Bandara Kertajati, Jawa Barat, dan dan kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Patimban juga digadang-gadang untuk memperkuat Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah terlalu padat.

Keberadaan Patimban, diharapkan dapat mengurangi kepadatan transportasi logistik ke Tanjung Priok yang kerap menimbulkan kemacetan di ruas Bekasi-Jakarta dan sebaliknya.