Presiden Terpilih Rusia Akui Hak Nuklir Iran

Berlin (ANTARA/IRNA-0ANA) - Presiden Rusia yang baru terpilih Vladimir Putin Selasa mengakui hak Iran untuk memiliki program nuklir nasional.

Dalam wawancara video dengan harian bisnis Jerman Handelsblatt, Putin mengatakan bahwa Iran memiliki `hak untuk melanjutkan program nuklirnya` di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional yang bermarkas di Wina.

Putin mengatakan bulan lalu bahwa masyarakat internasional harus mengakui hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium.

Pemimpin Rusia itu juga telah memperingatkan sebelumnya mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran, dan mengatakan konsekuensi dari serangan seperti itu akan benar-benar bencana.

Teheran telah berulang kali menegaskan program nuklirnya semata-mata diarahkan untuk menghasilkan energi, untuk kepentingan damai.

Tetapi negara-negara Barat dan Amerika Serikat menuduhnya menyembunyikan program persenjataan nuklir militernya di balik program nuklir untuk kepentingan sipil. (rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.