Presiden tinjau layanan BPJS RSUD Arifin Achmad Pekanbaru

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan terhadap layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad di Pekanbaru, Riau, Rabu.

Tinjauan itu tak ubahnya menjadi inspeksi mendadak, sebab Presiden secara spontan meminta berkunjung ke RSUD Arifin Achmad dalam perjalanan melakoni agenda kegiatan menuju Pasar Bawah, Pekanbaru, demikian seturut keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

"Presiden ingin melihat pelayanan BPJS di RSUD," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden M. Yusuf Permana sesaat setelah meninggalkan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Baca juga: Presiden Jokowi tiba di Riau untuk resmikan Tol Pekanbaru-Bangkinang

Setibanya di RSUD Arifin Achmad, Presiden langsung meninjau ruang perawatan kelas III, dimana tampak beberapa pasien anak yang dirawat dengan fasilitas BPJS.

"Anaknya sakit apa?" tanya Presiden kepada orang tua salah seorang pasien.

"Kanker mata," ujar ibu si anak yang ditanya, yang segera direspons Presiden dengan menanyakan bagaimana pelayanan dari BPJS.

"Bagus pak, tidak masalah," kata si ibu lagi.

Kepala Negara melanjutkan tinjauannya di RSUD Arifin Achmad dengan menyambangi area pendaftaran pasien fasilitas BPJS, yang saat itu tampak dipadati antrean sekitar 20 orang.

"Bagaimana pelayanan pendaftaran di sini?" tanya Presiden kepada para pengantre.

Baca juga: 4.000 personel amankan kunjungan Presiden Jokowi di Riau

Baca juga: RSUD Arifin Achmad Pekanbaru berhasil operasi kembar siam

"Bagus pak," jawab salah seorang warga yang tengah mengurus pendaftaran.

Presiden juga menanyakan jam operasional pendaftaran fasilitas BPJS kepada petugas administrasi, yang menjawab bahwa loket tersebut beroperasional sejak pukul 7.00 WIB hingga 11.00-12.00 WIB, karena biasanya sudah tidak ada yang mengurus pendaftaran.

Selain Mensesneg, dalam tinjauannya ke RSUD Arifin Achmad, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Riau Syamsuar.