Presiden UEFA Ejek Florentino Perez Usai Proyek Liga Super Eropa Gagal

Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mencemooh sejumlah serangan yang dilontarkan bos Real Madrid, Florentino Perez. Sebelumnya, Perez kerap menyindir sikap UEFA dalam menanggapi kemunculan Liga Super Eropa.

Namun, setelah sebagian besar klub pendiri mundur dalam proyek Liga Super Eropa, ambisi Perez untuk membuat kompetisi tandingan masih belum berhenti. Hal itu pun ternyata tak membuat UEFA diam.

Ceferin mengaku, tidak terlalu terkejut dengan ambisi Perez yang masih berniat melancarkan serangan ke lembaga yang dipimpinnya tersebut. Sebab, kata Ceferin, Perez memang menginginkan, ada reformasi di tubuh UEFA, dengan harapan petingginya bisa mematuhi apa yang dia mau.

"Karena dia (Perez) menginginkan ada seorang presiden (UEFA) yang bisa mematuhi segala keinginannnya, yang mendengarkan dia, dan mau melakukan apa yang dia pikirkan. Namun, saya mencoba melakukan apa yang menurut saya baik untuk sepakbola Eropa dan dunia," kata Ceferin kepada 24ur, Kamis 22 April 2021.

Lebih lanjut, Ceferin juga memberikan ancaman kepada Perez jika terus-terusan menyerang atau melawan setiap kebijakan UEFA. Ceferin bahkan siap menyingkirkan Perez dari tribun penonton di setiap pertandingan resmi yang akan digelar UEFA.

"Ini semua tentang sepakbola. Saya bisa duduk di samping semua orang, dan dalam pertandingan yang kami selenggarakan, saya pun bisa menetapkan rencana tempat duduk. Jadi, saya bisa menjauhkan seseorang dari saya," ucapnya.

Sementara it, terkait Liga Super Eropa, Ceferin tak berbicara banyak lagi. Akan tetapi, dia sangat mengapresiasi langkah klub-klub Inggris yang tergabung di Liga Super Eropa, karena dengan cepat mengakui kesalahan yang telah diperbuat.

"Faktanya, beberapa klub ingin tetap bermain di kompetisi kami, mereka harus berbicara dengan kami dan kami harus memperbaiki hal-hal yang telah terjadi sekarang. Saya tidak ingin menjelaskan secara detail, karena kami harus mendiskusikan hal ini dengan tim hukum," ujarnya.

"Tetapi, saya akan mengatakan bahwa ini adalah keputusan yang sangat baik dari klub-klub Inggrs dan kami juga akan mempertimbangkan bahwa mereka telah mengakui kesalahan mereka. Meskpun, kita semua melakukan kesalahan dalam hal ini," tutur pria asal Slovenia tersebut.