Presiden UEFA Kembali Serang Bos Juventus soal Liga Super Eropa: Sepak Bola Butuh Kisah Seperti Atalanta

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, kembali melancarkan serangan ke bos Juventus, Andrea Agnelli, terkait kontroversi Liga Super Eropa. Dia juga menegaskan sepak bola butuh kisah seperti Atalanta.

Ceferin merasa dikhianati oleh 12 klub pendiri Liga Super Eropa dan terus berjuang melawan kompetisi yang akan memisahkan diri itu.

Sebanyak 12 klub yang menginisiasi Liga Super Eropa adalah Juventus, Inter Milan, AC Milan, Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Manchester City, Manchester City, Chelsea, Arsenal, Liverpool, dan Tottenham Hotspur.

“Untuk beberapa klub, superter telah menjadi konsumen, fans telah menjadi pelanggan, dan kompetisi telah menjadi produk,” kata Ceferin, menurut Tuttomercatoweb, seperti dikutip Football Italia, Rabu (20/4/2021).

"Keegoisan menggantikan solidaritas. Uang telah menjadi lebih penting daripada kemuliaan, keserakahan lebih penting daripada kesetiaan, dan keuntungan lebih penting daripada hasrat. Sepak bola bukan milik siapa pun. Atau lebih tepatnya, itu milik semua orang, karena sepak bola adalah bagian dari warisan kita."

“Klub-klub hebat saat ini belum tentu klub-klub hebat di masa lalu, dan tidak ada jaminan mereka akan menjadi klub-klub hebat di masa depan. Mereka harus menyadari bisa menjadi raksasa Eropa hari ini, itu sebagian berkat UEFA," sergah Ceferin, menyindir Juventus dan 11 klub lain pendiri Liga Super Eropa.

Kecam Komentar Agnelli

Andrea Agnelli - Orang nomor satu di Juventus ini rela  memilih mundur dari posisinya sebagai presiden European Club Association (ECA). Kini ia menjabat sebagai wakil presiden di Liga Super Eropa. (AFP/Miguel Medina)
Andrea Agnelli - Orang nomor satu di Juventus ini rela memilih mundur dari posisinya sebagai presiden European Club Association (ECA). Kini ia menjabat sebagai wakil presiden di Liga Super Eropa. (AFP/Miguel Medina)

Ceferin, yang menyerang bos Juventus Andrea Agnelli kemarin, terus mengecam komentar sebelumnya yang dibuat oleh pemilik Bianconeri itu.

Agnelli mengatakan kepada FT Business of Football Summit bahwa Atalanta tidak memiliki sejarah internasional dan hanya mengalami satu musim yang hebat, tetapi memiliki akses langsung ke kompetisi klub utama Eropa. Ucapan ini dibalas Caferin.

“Kompetisi UEFA membutuhkan cerita dari tim-tim seperti Atalanta, Celtic, Rangers, Galatasaray. Kami membutuhkan klub-klub ini, orang-orang perlu tahu bahwa segala sesuatu mungkin terjadi. Bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menang," urai Caferin.

“Klub-klub hebat saat ini tidak selalu ada dan tidak ada jaminan mereka akan bertahan di masa depan. Sepak bola itu dinamis dan tidak dapat diprediksi. Itulah yang membuat sepak bola menjadi hebat," tegas Caferin.

Sumber: Football Italia

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini