Presiden UEFA: Tiada Ampun buat Klub-Klub yang Pernah Terlibat Liga Super Eropa

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan klub-klub yang terlibat dalam rencana Liga Super Eropa harus dihukum. Meski beberapa klub mengurungkan niat bergabung, itu tak membuat mereka lepas dari ancaman sanksi.

Liverpool adalah salah satu dari 12 klub yang setuju menjadi anggota pendiri Liga Super Eropa. Namun, The Reds mundur kurang dari 48 jam kemudian.

The Reds, bersama dengan lima klub Liga Inggris lainnya, yakni Manchester United, Chelsea, Arsenal, Manchester City dan Tottenham, mengundurkan diri pada hari yang sama, sementara negara lain di seluruh Eropa secara bertahap melakukan hal yang sama.

Kepala FSG dan pemilik utama Liverpool John W. Henry secara terbuka meminta maaf kepada Jurgen Klopp, para pemain dan staf dalam sebuah video yang dirilis pagi hari setelah klub mengkonfirmasi pengunduran diri mereka dari rencana tersebut.

Ceferin tidak menyembunyikan amarahnya ketika muncul berita tentang kompetisi baru yang diusulkan. Sekarang, pembicaraan telah bergeser ke apakah dan bagaimana klub yang terlibat akan dihukum karena mencoba membentuk Liga Super Eropa.

"Mari kita lihat," kata Ceferin kepada Daily Mail, ketika ditanya apakah Liverpool dan klub lainnya akan dihukum.

"Setiap orang harus mengambil konsekuensi atas apa yang mereka lakukan dan kami tidak bisa berpura-pura tidak ada yang terjadi. Anda tidak dapat melakukan hal seperti itu dan hanya berkata, 'Saya telah dihukum karena semua orang membenci saya.'"

"Tapi bagi saya, ada perbedaan yang jelas antara klub Liga Inggris dan enam klub lainnya. Mereka mundur lebih dulu, mereka mengaku melakukan kesalahan (karena ingin ikut Liga Super Eropa)," kata Presiden UEFA itu menambahkan.

Puji Keberanian Meminta Maaf

SEPTEMBER -- Aleksander Ceferin resmi terpilih sebagai Presiden UEFA setelah meraih kemenangan mutlak dalam Kongres Luar Biasa UEFA, di Athena, Yunani. Mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Slovenia ini mengalahkan Michael Van Praag. (AFP/Jure Makoves)
SEPTEMBER -- Aleksander Ceferin resmi terpilih sebagai Presiden UEFA setelah meraih kemenangan mutlak dalam Kongres Luar Biasa UEFA, di Athena, Yunani. Mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Slovenia ini mengalahkan Michael Van Praag. (AFP/Jure Makoves)

Di sisi lain, Aleksander Ceferin mengapresiasi klub-klub yang telah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Akan tetapi, ia tetap merasa kalau niat bergabung ke Liga Super Eropa tetaplah sebuah kesalahan.

"Anda harus memiliki kehebatan untuk mengatakan, 'Saya salah'. Bagi saya, ada tiga dari 12 tim ini yang merasa bahwa Liga Super Eropa masih ada. Ada perbedaan besar di antara keduanya. Tapi semua orang akan bertanggung jawab. Dengan cara apa, kita akan lihat," kata Ceferin lagi.

"Saya tidak ingin mengatakan proses disipliner tetapi harus jelas bahwa setiap orang harus bertanggung jawab dengan cara yang berbeda. Apakah ini disiplin? Apakah ini keputusan komite eksekutif? Kita lihat. Masih terlalu dini untuk mengatakannya," ujarnya lagi.

Sumber: Daily Mail

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini