Presiden Uni Emirat Arab Bantu Tangani Masalah Kemiskinan di Solo

Merdeka.com - Merdeka.com - Momen peresmian Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi berkah bagi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka khususnya dan masyarakat Solo pada umumnya. Betapa tidak, Gibran yang sempat ngobrol dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan seperti mendapatkan durian runtuh.

Gibran dijanjikan bantuan dari sahabat ayahnya itu. Permasalahan kesehatan, pendidikan hingga kemiskinan menjadi fokus yang segera ditindaklanjuti. Bahkan Gibran mengaku akan didampingi seorang Menteri dari UEA.

"Beliau (Presiden UEA) sudah menugaskan salah satu menteri untuk nempel ke saya. Tugasnya menyelesaikan 3 masalah, terkait kesehatan, pendidikan sama kemiskinan," katanya di Solo, Rabu (16/11).

Tak hanya tiga permasalahan tersebut, dia mengaku juga membahas masalah perdagangan dengan Presiden UEA. Namun demikian Gibran enggan mengemukakan rencana kerjasama tersebut.

"Kemarin ada juga pembahasan soal perdagangan dengan Saat Presiden UEA. Tapi nanti ya, itu belum bisa saya bocorkan. Nanti tahu-tahu sudah jadi gitu aja ya," ujarnya.

Gibran menambahkan saat ini juga sudah dilakukan kerjasama lainnya yang dilakukan Lulu Group, peritail raksasa asal UEA. Penandatangan MoU investasi hipermarket tersebut dilakukan perwakilan Lulu Group International dengan Gibran pada Mei lalu.

"Pembangunannya sudah berjalan, tunggu saja. Kita kejar secepatnya. Lokasinya di Jebres," terangnya.

Selain Presiden UEA, Gibran mengaku ada pembicaraan dengan dengan Sheikh Mansour. Seperti diketahui, Mansour adalah adik kandung Mohammed Bin Zayed Al Nahyan, yang sekaligus pemilik klub sepakbola Inggris, Manchester City.

"Ya nantilah, kan pemilik-pemilik Persis Solo pada waktu pertandingan Manchester United sama Manchester City kesana semua. Mereka belajar beberapa hal dan membahas potensi kolaborasi. Ya lihat saja kolaborasi antara Persis dengan Manchester City nanti aja. Banyak pembicaraan menarik di pagi hari kemarin selepas dari masjid sama perjalanan ke airport," pungkas dia.

[fik]