Presiden yakin Indonesia segera capai swasembada beras

Presiden RI Joko Widodo meyakini Indonesia akan segera mencapai swasembada beras, karena dalam tiga tahun terakhir tidak lagi melakukan impor beras.

"Saya yakin, karena kita sudah tiga tahun ini tidak impor beras. Saya yakin swasembada beras akan segera kita capai," kata Presiden dalam keterangannya usai meninjau Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di Subang, Jawa Barat, Selasa, yang disaksikan secara daring dari Jakarta.

Presiden menyampaikan kegiatannya meninjau Balai Besar Penelitian Tanaman Padi untuk memastikan ketersediaan pangan terutama beras, karena di balai tersebut benih varietas unggul disiapkan.

Baca juga: IP400, terobosan mendongkrak produksi padi nasional

Dia mengingatkan saat ini sedang terjadi kekurangan pangan di mana-mana, sehingga bangsa Indonesia harus waspada, memastikan ketersediaan pangan masih pada kondisi yang aman.

Menurutnya, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di Subang terus menyiapkan varietas-varietas benih padi unggul, dan juga selalu menemukan varietas-varietas benih baru.

Presiden mengingatkan benih padi varietas unggul sangat penting untuk meningkatkan produksi beras nasional di setiap hektare lahan.

Presiden mencontohkan jika penanaman benih padi didampingi dengan baik, benih padi Inpari 32 dan Inpari 42 bisa menghasilkan kurang lebih sampai 12 ton beras per hektare.

Baca juga: Swasembada beras ini janganlah cepat berlalu

Baca juga: Menyatukan asa untuk wujudkan swasembada pangan

"Tetapi, katakanlah rata rata 7-8 ton saja, itu sudah sebuah lompatan yang sangat baik bagi stok ketersediaan pangan, utamanya beras kita," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Presiden mengingatkan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada tanaman pangan padi saja, namun juga mengembangkan tanaman pangan lain, seperti sagu, sorgum, porang, jagung, hingga ketela pohon yang masih memiliki peluang untuk ditingkatkan produksinya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel