Presidensi G20 Indonesia dukung pemberdayaan perempuan

·Bacaan 2 menit

Presidensi G20 turut mendukung pemberdayaan perempuan, terutama dalam bidang literasi digital dan usaha mikro, kecil dan menengah serta usaha ultra mikro.

Dalam Keketuaan G20, Indonesia mengadakan acara G20 Women's Empowerment Kickoff Meeting yang diinisiasi Women20 dan G20 Empower, dikutip dari siaran pers Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis.

Empower Working Group dan W20 Engagement Group Presidensi G20 Indonesia mengangkat isu prioritas dukungan terhadap UMKM/UMi dan kemampuan digital bagi perempuan.

Empower Working Group secara detail menyuarakan kesetaraan perempuan pada isu prioritas kedua, yaitu “Women in SMEs as drivers of economic growth: context, connect, and change”, isu prioritas ketiga yakni “Building a future-ready economy by increasing involvement of women in the economy and workforce trough upskilling and digital enablement”.

Baca juga: Menkominfo ajak operator seluler sebarkan informasi G20

Sementara W20, ia menekankan pada pencapaian inklusivitas ekonomis melalui dukungan untuk perempuan pada isu prioritas kedua, “Achieving economic inclusion by supporting MSMEs owned and managed by women”.

Kementerian Kominfo memastikan Digital Economy Working Group (DEWG) berjalan dan juga kelancaran isu transformasi digital lintas working group dan engagement group.

Kominfo menyambut positif dan mendorong pengarusutamaan perempuan dalam kegiatan ekonomi digital dan peningkatan kecakapan digital yang inklusif dan berdaya guna seperti yang diangkat oleh W20 dan Empower Working Group.

Kementerian juga akan mengupayakan partisipasi yang lebih inklusif dalam program kecakapan digital oleh kelompok rentan melalui prioritas isu kedua DEWG, yaitu kemampuan digital dan literasi digital.

Dokumen tersebut akan menjadi acuan bagi G20 untuk mendorong partisipasi digital yang semakin berarti dari kelompok rentan sekaligus dalam upaya bersama mewujudkan ekonomi digital yang dapat lebih merangkul semua elemen masyarakat.

Selain itu, dokumen juga diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan rekomendasi konkret atas digital gap yang dialami oleh kelompok rentan, termasuk bagi perempuan dan anak, masyarakat adat (indigenous community), “pendatang digital” (digital migrants), serta UMKM yang terdampak oleh pandemi COVID-19.

Kementerian Kominfo sepanjang tahun ini memberikan pelatihan digital kepada lebih dari 12,5 juta masyarakat, 52 persen peserta adalah perempuan.

Kominfo memliki pelatihan Digital Entrepreneurship Academy, pesertanya termasuk ibu rumah tangga untuk bisa mengembangkan UMKM/UMi berbasis digital.

Baca juga: Kominfo ajak masyarakat sukseskan G20

Baca juga: Pemerintah rencanakan satgas komunikasi publik untuk Papua

Baca juga: Kominfo akan lanjutkan bahas RUU PDP tahun depan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel