Presidensi W20 diharapkan dorong tindakan nyata kesetaraan gender

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo berharap kemajuan yang telah dicapai selama Presidensi W20 Indonesia dapat mendorong tindakan nyata dalam mewujudkan kesetaraan gender.

“Khususnya perempuan di bidang ekonomi yang mampu memberikan kontribusi pada upaya pemerintah dunia untuk mencapai stabilitas ekonomi, pertumbuhan berkelanjutan dan mengurangi risiko serta krisis global di masa depan pada seluruh negara-negara G20,” ujar Giwo di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan hal itu seperti yang disampaikan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menyatakan bahwa penilai terbaik apakah suatu negara akan berkembang adalah bagaimana memperlakukan wanitanya.

Giwo yang juga kepala delegasi Indonesia dalam W20 itu, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, baik kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta panitia penyelenggaraan W20.

Baca juga: Kowani sebut negara peserta W20 komitmen laksanakan "Toba Track"

Baca juga: Indonesia dorong penguatan empat isu di 'meeting W20'

“Kami juga menyampaikan rasa terima kasih pada seluruh delegasi dari negara-negara G20 yang telah memberikan kontribusi yang berdampak besar pada proses komunike,” tambah dia.

Kowani sebagai organisasi federasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia dengan 102 anggota organisasi dan 90 juta anggota perempuan Indonesia beserta seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk menerapkan TOBA Track atau rencana aksi berkelanjutan untuk seluruh rekomendasi.

“Terutama berfokus pada isu-isu prioritas perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas yang dimulai dari Presidensi G20 Indonesia, sebagai negara berkembang pertama yang memegang kursi kepresidenan, tentu isu-isu ini sangat penting, dengan harapan bahwa isu tersebut dapat terus disorot dalam kepresidenan mendatang,” terang dia.

Giwo menyebutkan sebanyak 15,38 persen isi deklarasi KTT G20 Bali memuat hasil dari komunike W20 yang melibatkan peran perempuan, yakni pada sektor kesehatan, keterampilan dan literasi digital, ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif serta komitmen untuk mendukung kesetaraan gender.

Selanjutnya, peningkatan kualitas hidup perempuan di pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas hingga pemberdayaan perempuan sebagai salah satu pendukung pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Kowani dorong perempuan di pedesaan dapat penguatan literasi digital

Baca juga: B20 WiBAC yakin kesetaraan partisipasi perempuan dorong ekonomi global