Prestasi Mobil Legendaris Ini Terus Bertambah di Indonesia

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tahun 2020 menjadi masa yang menggembirakan bagi PT Suzuki Indomobil Sales, karena mereka merayakan eksistensi perusahaan di Indonesia yang ke-50 tahun.

Perjalanan bisnis mereka dimulai pada 1970, saat memasarkan sepeda motor di Tanah Air. Enam tahun kemudian, mereka mulai menjual mobil tipe ST10 dan Fronte.

Tak lama kemudian, SIS menghadirkan model mobil yang nantinya akan menjadi legenda di dunia otomotif nasional, yakni Suzuki Carry.

“Suzuki Carry pertama kali dijual di daerah Manado, awalnya untuk membantu para petani cengkeh di sana pada 1970-an,” ujar Direktur Pemasaran Kendaraan Empat Roda PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra beberapa waktu lalu.

Selain keandalannya, hal lain yang dianggap menarik dari mobil pikap tersebut adalah suku cadang, yang kualitasnya bisa mencapai delapan tingkat.

"Carry itu dari tahun 1976, kalau bicara onderdil, itu di pasaran sampai grade 8. Mobil lain paling suku cadang orisinal, kw super, dan kw 2,” tuturnya.

Sebagai contoh, kata Donny, saringan bensin Carry orisinal Suzuki Rp40 ribuan, kw 1 itu Rp35 ribu, bahkan ada yang harganya Rp5 ribu.

Tak heran apabila sampai saat ini mobil tersebut permintaannya terus tinggi, meski dalam kondisi pandemi. Bahkan, dilansir VIVA Otomotif dari keterangan resmi SIS, Senin 30 November 2020, sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini Carry sudah laku lebih dari 31 ribu unit.

“Selama Januari-Oktober 2020, total penjualan Carry pikap mencapai 31.175 unit dan berkontribusi hingga 60,4 persen untuk segmen kendaraan niaga ringan. Pada periode yang sama di tahun lalu, Carry juga mendominasi dengan angka 57 persen,” ungkapnya.

Tak hanya mendominasi di segmennya, mobil yang ditawarkan dengan harga mulai Rp145 jutaan itu juga menjadi kontributor terbanyak total penjualan Suzuki secara nasional. Pada periode Januari-Oktober tahun ini, New Carry Pick Up berkontribusi sebesar 55 persen.