Pria bernama Birin dari Siantar juga mau jadi presiden 2014

MERDEKA.COM, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat enggan menanggapi dengan serius banyaknya tokoh yang mendeklarasikan diri untuk maju dalam pemilihan presiden di 2014.

Menurut Martin, orang-orang yang tidak jelas asal-usulnya dan mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden hanya untuk mencari sensasi semata.

"Banyak orang mengenal kapasitas dirinya sendiri tiba-tiba mencalonkan (presiden). Jadi itu tidak perlu ditanggapi, sebab ada juga yang ingin menggunakan momentum itu supaya dikenal orang," kata Martin saat dihubungi, Rabu (2/1).

Dia pun mengaku tertawa ketika melihat di kampung halamannya di siantar ada orang yang memasang spanduk untuk maju di pemilu 2014.

"Saya kemarin ke Siantar Malumun, di salah satu kecamatan itu ada spanduk namanya Birin yang mau jadi capres. Ngapain kita harus respon, banyak yang ingin terkenal ingin jadi capres, sehingga hal tersebut tak perlu di tanggapi, kita ketawa aja," imbuhnya.

Orang-orang tersebut pun menurut Martin tidak akan mungkin benar-benar maju dan bersaing dengan tokoh politik lainnya.

Sebab, kata Martin, dia menilai hanya akan ada tiga atau empat calon yangg lolos verifikasi di KPU untuk maju di pemilu 2014.

"Kan nanti paling banyak ada 2 atau 3 capres seperti 4 tahun lalu, 2 atau 3 itu sudah mulai kelihatan siapa-siapa saja," tegas dia

Siapa saja capres yang akan maju di 2014 versi Martin?

"Mungkin Ibu Mega, Aburizal dan Prabowo, nah kita lihat saja di Pemilu nanti," tuturnya.

Sebelumnya, seorang juragan kecap asal Klaten, Bambang Mulyono, tiba-tiba muncul mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2014 dengan memasang iklan di Majalah Tempo. Dia menyatakan siap maju di Pilpres 2014.

Aksi serupa juga dilakukan oleh capres asal Depok, Handoyo Noto Prodjo yang mendeklarasikan diri melalui via YouTube.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.