Pria di Bali Hancurkan Mobil karena Tak Terima Dilelang Perusahaan Leasing

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria di Bali gelap mata karena tak terima mobilnya disita dan akan dilelang pihak perusahaan leasing bank swasta. Dia membawa enam temannya mengambil paksa kendaraan itu dari gudang lalu menghancurkannya di tempat sampah sebelum mengembalikannya.

Pria berinisial SE dan enam temannya, AL, IGA, IOC, KSW, IWA dan RH, telah ditangkap polisi. Mereka disangka melakukan perusakan dan pengancaman.

"Ada tujuh orang mendatangi gudang. Kemudian, mengambil obyek (mobil) pinjam meminjam atau leasing. Karena tidak diberikan, diambil secara paksa kemudian dirusak. Lalu, korban melapor kepada kita dan kita lakukan penyidikan," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali AKBP Suratno di Mapolda Bali, Kamis (16/6).

Aksi SE dan rekan-rekannya terjadi lalu di sebuah gudang perusahaan lelang di Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Senin (12/5). Peristiwa bermula saat SE mengecek keberadaan mobilnya Mitsubishi Mirage bernopol DK 912 FI miliknya di TKP yang berstatus gagal bayar cicilan. Dia mengaku telah membeli mobil berwarna putih tersebut dari seorang debitur bank secara lunas sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta.

Bawa Mobil Derek

SE meminta mobil yang sudah diambil ditarik debt collector dari pihak leasing segera dikeluarkan. Pelaku juga mengancam seorang pegawai lelang bila tidak mengeluarkan kendaraan itu.

Awalnya SE sudah berusaha menyelesaikan permasalahan itu dengan baik. Dia mau mengganti biaya pengambilan unit mobil itu dan melakukan pembayaran kredit hingga BPKB keluar.

Namun karena tidak ada jawaban dari pihak bank, Senin (14/5), SE mengajak enam temannya ke TKP untuk mengeluarkan mobil itu. Saat mengeluarkan mobil dari gudang, SE membuka pintunya dan memukul bagian depan mobil dengan batu.

Mobil Dikembalikan Setelah Hancur

Selanjutnya, SE dan keenam rekannya mendorong mobil tersebut keluar gerbang gudang. Di tempat itu sudah ada mobil derek yang menunggu. Kendaraan itu diderek ke Terminal Ubung, Denpasar dan diparkir di dekat bak sampah.

Karena diselimuti emosi, SE bersama rekan-relannya menghancurkan mobil itu menggunakan paving block. Salah satunya mengambil ban serap atau cadangan dan membawanya pulang.

Setelah mobil hancur, SE mendereknya kembali dan menaruhnya di depan gudang perusahaan lelang atau TKP awal. "Untuk kerugian materiil dan nonmateril kurang lebih Rp100 juta," imbuh Suratno.

Pelaku Terancam 8 Tahun Penjara

Akibat peristiwa itu, pegawai lelang yang diancam berinisial ZT mengalami rasa trauma dan ketakutan. Dia akhirnya melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.

Petugas kemudian mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan. Mereka menangkap para pelaku pada Kamis (2/6) lalu.

"Dalam interogasi, para pelaku mengakui semua perbuatannya dengan melakukan pengancaman, perampasan secara bersama-sama dengan menggunakan kekerasan terhadap orang dan barang," jelas Suratno.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 336 KUHP dan Pasal 368 KUHP juncto Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 406 tentang pengancaman dan kekerasan. Mereka teranca, hukuman penjara paling lama 9 tahun. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel