Pria di China yang Bakar Mantan Istrinya Sampai Tewas Dieksekusi Mati

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria di China yang membunuh mantan istrinya dengan dibakar hidup-hidup dieksekusi mati pada Sabtu. Pria bernama Tang Lu itu membunuh mantan istrinya, Lhamo pada September 2020 lalu dan disiarkan secara langsung di media sosial. Kasus ini menuai kemarahan di seluruh China.

Kantor berita pemerintah China, Global Times melaporkan Tang Lu dieksekusi mati oleh pengadilan di Provinsi Sichuan, seperti disampaikan Pengadilan Rakyat Menengah Prefektur Otonomi Aba Tibet dan Qiang.

Sebelum dieksekusi, Tang Lu diizinkan bertemu keluarganya, dikutip dari CNN, Senin (25/7).

Lhamo merupakan seorang petani dari prefektur otonomi Tibet. Sebelum bercera dari Tang pada Juni 2020, Lhamo kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tang berulang kali mendatangi Lhamo dan meminta rujuk, namun ditolak.

Pada September 2020, Lhamo sedang melakukan siaran langsung video di media sosialnya lalu Tang muncul dari belakngnya, menyiramnya dengan bensin dan membakarnya. Dia meninggal dua pekan kemudian. Tang ditangkap setelah penyerangan tersebut dan dijatuhi hukuman mati pada Oktober 2021.

Kasus ini diliput media nasional dan internasional, memicu diskusi soal kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan di China, serta kritik atas sistem hukum negara tersebut yang kerap gagal melindungi korban dan justru dengan mudah memaafkan pelaku kekerasan.

Sampai 2001, ketika China merevisi UU perkawinannya, KDRT tidak diterima sebagai alasan perceraian. China lalu mengesahkan UU larangan KDRT pada 2015, yang mencakup larangan kekerasan psikologi dan fisik.

Perdebatan terkait kekerasan terhadap perempuan dan ketimpangan gender masih berlanjut di China sejak kematian Lhamo. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel