Pria di Makassar Mengamuk Usai Dihalangi Masuk karena Tak Bermasker

Agus Rahmat, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah video di media sosial menjadi viral. Dalam video tersebut seorang pria yang mengaku sebagai pimpinan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), marah-marah dan terlibat adu mulut dengan seorang satpam.

Ia mengamuk karena satpam itu memintanya memakai masker sebelum masuk ke dalam sebuah bank di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo, mulanya pria berpakaian setelan hitam itu bermaksud mengambil uang tunai di ATM. Lantaran mesin ATM berada di dalam lingkungan kantor maka setiap nasabah yang masuk harus mencuci tangan dan menggunakan masker.

Baca juga: JK Dukung Vaksinasi Mandiri: Membantu Keinginan Pak Jokowi

Namun pria tersebut mengatakan sedang dalam kondisi terburu-buru, dan sangat membutuhkan uang tunai tersebut. Satpam pun menghalangi pintu dan mengarahkan nasabah tersebut untuk menggunakan masker terlebih dahulu sebelum masuk.

Perselisihan pun terjadi lantaran pria itu tak terima dengan tindakan satpam, yang menurutnya telah menghalangi dan diduga mendorong pria tersebut. Pria itu menuntut masuk untuk melihat CCTV dan melapor kepada pimpinan bank, karena menganggap telah mendapatkan perlakuan yang tidak hormat.

"Itu suatu pelanggaran saudaraku, LSM dan wartawan itu di instansi manapun tidak ada bisa menghalangi. Jangan begitu saudaraku," kata pria lain yang merekam video tersebut.

Beberapa perwakilan LSM pun masuk ke dalam bank untuk menemui pimpinan. Namun ternyata pimpinan bank tersebut sedang tidak ada di tempat.

Video ini viral dan dikomentari oleh warganet yang menganggap sikap yang dilakukan satpam tepat, sesuai dengan protokol kesehatan.

"Siapapun itu, mau LSM, wartawan, artis, pesohor, bpk mentri bahkan presiden skalipun harus ditegur jika tidak mengikuti protokol kesehatan... apalagi sudah jls disitu bahwa himbauan nya wajib menggunakan masker," tulis komentar salah satu netizen.

"Ttap LSM dan wartawan tsb yg salah. Satpamnya benar krn melakukan tugasnya sesuai SOP. walaupun mau diperkarakan sampai tingkat MA sekalipun ttp salah kau saudaraku," kata warganet lain.