Pria di Palembang Nekat Menjambret Demi Berikan Ponsel Baru ke Anaknya

Liputan6.com, Palembang - Penggunaan telepon genggam saat beraktivitas di luar rumah, kerap berujung pada penjambretan barang elektronik ini. Seperti halnya yang terjadi di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

NO (34) warga Seberang Ulu (SU) I Palembang Sumsel, nekat menjambret ponsel korbannya, saat melintas di Jalan SH Wardoyo Palembang, pada Senin (1/6/2020) pagi.

Aksi kriminalitas yang dilakukan NO, ternyata berawal dari keinginannya untuk membelikan ponsel baru untuk anaknya. Karena ketiadaan biaya, NO memilih jalan pintas untuk merampas ponsel korban.

Namun sayang, penjambretan tersebut langsung diketahui oleh warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek SU I Palembang Kompol Mario Ivanry menuturkan, pelaku awalnya melihat korban sedang memainkan ponselnya saat melintas di TKP. Lalu pelaku langsung mendekati dan merampas ponsel korban.

“Korban langsung berteriak meminta tolong, sehingga warga di sekitar TKP berupaya mengejar pelaku yang berusaha kabur menggunakan sepeda motornya,” ucapnya, Selasa (2/6/2020).

Karena banyaknya warga di sekitar TKP yang mengejar pelaku, akhirnya NO berhasil ditangkap. Tak ayal, pelaku menjadi bulan-bulanan massa.

Aksi main hakim yang dilakukan para warga direkam dan tersebar luas di media sosial (medsos). Dalam video rekaman tersebut, tubuh tambun NO tampak tak berdaya karena mendapat pukulan membabi-buta dari para warga.

“Anggota kita yang mengetahui adanya penangkapan pelaku, langsung datang ke TKP dan mengamankan pelaku. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek SU I Palembang dan sedang dimintai keterangan,” katanya.

Pelaku NO sendiri mengaku jika dia nekat menjambret, karena anak keduanya terus-terusan meminta dibelikan ponsel baru.

 

Karena Rengekan Anaknya

Pelaku NO saat diinterogasi di Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

"Anak saya yang nomor dua yang masih kelas 3 SMP minta dibelikan ponsel baru terus. Sedangkan saya tidak punya uang untuk mengabulkan permintaannya,” katanya.

Pria pengangguran ini akhirnya memilih menjalani aksi penjambretan. Sayangnya, niatnya untuk menyenangkan hati anaknya tersebut, harus berakhir di balik tahanan.

Ayah empat anak ini mengaku menyesal, karena harus meninggalkan anak-anaknya selama menjalani hukumannya.