Pria di Sumsel Gelap Mata Gara-Gara Uang, Tonjok dan Ancam Bunuh Ayah Kandung

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria berinisial HR (22), ditangkap polisi atas laporan tindak pidana penganiayaan dan pengancaman. Korbannya tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri, YT (45).

Peristiwa itu terjadi di kediaman mereka di Kecamatan Rupit, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (9/5) malam. Pria pengangguran itu meminta uang namun tidak diberi korban.

Kesal permintaannya tidak dituruti, pelaku mengambil ponsel korban dengan maksud akan merusaknya sebagai ancaman. Terjadilah adu mulut antara ayah dan anak tersebut.

Puncaknya pelaku menonjok korban yang membuat hidung dan bibirnya terluka. Lantas pelaku pergi sambil melemparkan ponsel ayahnya seraya mengancam akan merusak rumah.

Pelaku pergi ke rumah temannya untuk mengambil pisau dan kayu. Sekembali ke rumah, pelaku mengancam korban dengan permintaan yang sama.

Lagi-lagi korban ogah menuruti kemauannya. Pelaku bermaksud menikah ayahnya namun dilerai tetangga. Pelaku sempat kabur setelah kasus itu dipolisikan korban.

Kasatreskrim Polres Muratara AKP Tony Saputra mengungkapkan, tersangka diamankan begitu pulang ke rumah ayahnya, Kamis (12/5) pagi. Ketika itu, dia sedang terlelap tidur di kamarnya dan tidak mengetahui ayahnya melapor ke polisi.

"Tersangka pulang sehari seusai kejadian. Ayahnya tidak terima dan meminta petugas menangkapnya," ungkap Tony, Jumat (13/5).

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 335 KUHP tentang pengancaman dengan ancaman 2,8 tahun penjara. Polisi mengamankan sebilah pisau dan balok kayu sebagai barang bukti.

"Kami masih menunggu proses mediasi karena korban dan tersangka merupakan anak sang ayah. Jika tidak, proses akan berlanjut," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel