Pria di Video Viral yang Mengaku Bunuh Kucing Diperiksa Polisi

Dusep Malik, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian membenarkan terkait kejadian video viral seorang pria berkaca mata mengaku membunuh seekor kucing. Usut punya usut kejadian ini terjadi di Serpong, Tangerang Selatan.

"Untuk kasus tersebut memang terjadi di salah satu sekolah di Serpong," ujar Kapolsek Serpong, Komisaris Polisi Yudi Permadi kepada wartawan, Senin 22 Maret 2021.

Dirinya menjelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan pria yang diduga membunuh kucing tersebut. Pria itu berinisial F. Penyidik, kata dia juga telah meminta keterangan pria berinisal M. Dia adalah sosok yang berdebat dengan F.

Meski begitu, dia belum bisa berkata banyak. Pasalnya, hingga kini kasus masih terus didalami. Maka dari itu, dia minta pihaknya diberi waktu.

"Saat ini sudah kami lakukan pengambilan keterangan baik saudara F yang terduga dan saudara M yang berdebat," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang menunjukkan seorang pria berkaca mata mengaku membunuh seekor kucing viral. Bahkan, pria yang diduga bernama Felix sempat cekcok dengan pria berbadan gemuk yang menegur perbuatannya karena membunuh kucing.

Video diunggah oleh akun Twitter @txtdaritng beberapa hari lalu. Alasannya, pria berkaos merah maroon dan kaca mata itu tidak suka ada hewan kucing berkeliaran di sekitar sekolahnya.

“Saya tidak mau ada binatang ini. Saya sudah bilang berkali-kali, saya tidak mau ada di lingkungan sekolah ini. Ada langsung cepat-cepat diusir,” kata pria diduga bernama Felix dikutip dari Twitter pada Minggu, 21 Maret 2021.

Kemudian, pria yang berbaju putih menyebut nama orang yang diduga bunuh kucing bernama Felix. “Pak Felix. Kalau Pak Felix cinta binatang anjing, silakan. Tapi jangan siksa binatang kaya gini,” kata seorang pria yang berbaju putih.

Namun, Felix tetap bersikukuh tidak menyiksa seekor kucing. Akan tetapi, ia hanya membunuh kucing lantaran tidak suka berada di lingkungan sekitar sekolah.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa peristiwa terjadi di kawasan BSD Serpong, Tangerang Selatan.

“Saya tidak siksa. Saya bunuh dia tapi tidak siksa dia. Saya tidak mau ada binatang ini. Saya yang memutuskan binatang yang boleh masuk dan tidak boleh masuk,” kata Felix.