Pria Ini Beli Mobil Rp 113 Juta Pakai Uang Koin 10 Karung

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Zhoukou - Pria di China membayar mobil yang dibelinya menggunakan uang koin. Alhasil staf membutuhkan waktu lebih dari tiga jam untuk menghitung pembayarannya.

Sejatinya jarang orang membeli kendaraan dengan uang tunai. Mereka yang melakukannya hanya menyulitkan pemilik toko mobil untuk menghitung uang dan memastikan jumlahnya akurat.

"Saya yakin tidak ada yang mengharapkan pelanggan membayar mobil menggunakan koin, tetapi satu orang ini benar-benar melakukannya!," kata salah satu pemilik toko seperti dikutip dari World of Buzz, Kamis (26/8/2021).

Media China melaporkan seorang pria di Zhoukou, Provinsi Henan, China yang membeli mobil senilai 51.000 yuan atau sekitar Rp 113 juta dengan koin.

Chen, salah satu karyawan di toko dealer mobil mengatakan pria yang bekerja di bisnis tepung itu membawa 10 kantong tepung berisi koin untuk membeli mobil putranya. Dia mengatakan butuh lebih dari 20 staf untuk menghitung koin satu per satu, yang berlangsung selama lebih dari tiga jam.

Dia menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya dia menemukan sesuatu seperti ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Respons Netizen

Ilustrasi Koin (Photo by Jonathan Brinkhorst on Unsplash)
Ilustrasi Koin (Photo by Jonathan Brinkhorst on Unsplash)

Beberapa netizen heran bahwa para staf masih mau menghitung uang, sementara yang lain menyarankan agar menggunakan penghitung koin.

"Toko ini sangat bagus. Mereka bersedia menghitung. Saya tidak akan mau," komentar seorang netizen.

"Bank memiliki mesin yang dapat menghitung koin. Itu akan lebih nyaman," kata netizen lain.

"Setelah menghitung koin, mereka akan pergi ke bank untuk menyetor uang, dan staf bank harus menghitungnya lagi," komentar lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel