Pria Ini Ditangkap Polisi Usai Selundupkan 900 Gram emas di Anusnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, India - Seorang pria ditangkap setelah mencoba menyelundupkan hampir satu kilo emas ke anusnya. Awalnya pria bernama Mohammad Sharif itu melakukan gerakan yang mencurigakan ketika polisi di Bandara Imphal, India selatan memeriksakannya.

Setelah pencarian internal, Mohammad diduga ditemukan memiliki hampir satu kilo emas terjepit di bagian belakang tubuhnya. India Times melaporkan bahwa dia sedang dalam perjalanan ke New Delhi ketika taktik halusnya ketahuan di saat-saat terakhir.

Para petugas menemukan Sharif menyembunyikan lebih dari 900 gram emas dalam bentuk pasta melalui duburnya saat ia melewati Bandara Imphal di Kerala, India selatan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

900 Gram Emas

foto: Dailystar
foto: Dailystar

Setelah dikeluarkan dengan hati-hati, emas ditimbang dan menunjukkan berat 909,7 gram. Nilainya diperkirakan sekitar Rs 42 lakh, atau lebih dari £ 42.000 atau setara dengan Rp 814 juta.

Koran tersebut melaporkan penyelundupan emas dalam bentuk pasta telah menjadi trik umum bagi calon penumpang. Kerala adalah sarang emas selundupan, dengan kasus dan penangkapan seperti itu sering terjadi.

Kasus Serupa Sering Terjadi

Ilustrasi menabung emas | Pixabay
Ilustrasi menabung emas | Pixabay

Awal tahun ini polisi di Bandara Internasional Chennai menemukan pria menyembunyikan emas senilai £280k di bawah wig mereka. Dalam foto-foto yang beredar, pihak berwenang terlihat membuka rambut palsu penyelundup untuk mengungkapkan paket hitam berisi uang tunai dan pasta emas yang direkatkan di kepala mereka. Dan tahun lalu, pria lain dari India mencoba berjalan melalui Bandara Kannur Kerala dengan tujuh batang emas mengejutkan di anusnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel