Pria Ini jadi Miliarder Muda Terkaya di Eropa Usai Warisi Saham Red Bull

Merdeka.com - Merdeka.com - Mark Mateschitz kini menjadi miliarder milenial terkaya di Eropa usai mewarisi 49 persen saham Red Bull setelah ayahnya, Dietrich Mateschitz wafat bulan lalu. Mateschitz kini mengantongi kekayaan senilai USD 15,7 miliar atau sekitar Rp 243.3 triliun.

Dilansir Bloomberg, transfer kekayaan itu menjadi bagian dari era baru bagi Red Bull, raksasa minuman energi. Selama empat dekade terakhir, Dietrich Mateschitz memanfaatkan popularitas merek perusahaan untuk membangun kerajaan pemasaran olahraga mulai dari sepak bola hingga ajang balap mobil.

Mateschitz, yang bertanggung jawab atas divisi organik Red Bull, sekarang berencana untuk fokus pada perannya sebagai pemegang saham daripada membantu menjalankan operasi perusahaan sehari-hari seperti ayahnya, menurut sebuah keterangan kepada karyawan perusahaan asal Austria itu.

Tiga eksekutif yang bekerja di Red Bull selama mendiang Dietrich Mateschitz menjabat telah mengundurkan diri sebagai bagian dari perombakan manajemen. Mereka akan melanjutkan perannya sebagai konsultan untuk perusahaan minuman yang juga memiliki klub sepak bola Jerman RB Leipzig dan membayar dividen rekor 866 juta euro kepada Dietrich atas hasil tahun lalu.

Dua di antaranya akan bekerja langsung dengan Mark sebagai eksekutif perusahaan induknya untuk Red Bull.

"Mereka tidak hanya akan mendukung dewan direksi, tetapi kita semua, dalam keberhasilan melanjutkan pekerjaan ayah saya. Seperti yang dia (ayah saya) inginkan," ungkap Mark Mateschitz, yang sekarang juga menjadi orang terkaya di Austria.

Dietrich Mateschitz mendirikan Red Bull pada tahun 1984 dengan pengusaha asal Thailand, Chaleo Yoovidhya. Perusahaan minuman itu didirikan setelah Mateschitz menemukan selama perjalanannya ke Asia bahwa minuman berkafein meredakan kondisi jet lag.

Sementara itu, keluarga Yoovidhya mengendalikan sisa bisnis Red Bull dan menjadi salah satu miliarder terkaya di Asia.

Saat kekayaannya melonjak, Dietrich Mateschitz mengakuisisi pulau Fiji bersama dengan kastil dan vila di negara asalnya, yang tidak mengenakan pajak warisan. Dia juga membeli sebuah properti tahun lalu di distrik Knightsbridge London seharga 32 juta poundsterling yang sekarang menjadi rumah bagi merek fashion Red Bull, AlphaTauri.

Anak Dietrich, Mark Mateschitz, yang merupakan anak tunggal, menempuh pendidikannya di bidang bisnis di University of Applied Sciences Salzburg. Dia sejak awal sudah ikut terlibat oleh aktivitas bisnis ayahnya, menemaninya ke balapan Formula One sebelum dia remaja.

Sebelum Dietrich Mateschitz wafat, Mark sudah menjadi pemegang saham bersamanya dalam bisnis yang memiliki investasi di properti Austria, termasuk yang memiliki helipad dan kebun anggur pada saat dibeli pada tahun 2014, menurut laporan media lokal.

Pada tahun 2018, dia meluncurkan bisnis minuman yang membuat bir dan limun menggunakan air dari salah satu mata air tertua di Austria.

Sejauh ini, belum diketahui secara jelas apakah Mateschitz mewarisi aset lain milik mendiang ayahnya, yang menerima lebih dari USD 2 miliar dividen dari Red Bull dalam dekade terakhir, menurut indeks kekayaan Bloomberg.

Mateschitz juga duduk di dewan sebuah yayasan penelitian sumsum tulang belakang yang didirikan oleh ayahnya dan dijalankan oleh ibunya, Anita Gerhardter.

Reporter: Natasha Khairunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com [azz]