Pria Ini Sekap Janda di Kamar Mandi Gelap, Lalu Kabur dengan Uang Jutaan Rupiah

Merdeka.com - Merdeka.com - Gusti Ketut Karuna (43) nekat merampok kerabatnya sendiri bernama Made Putri (57). Pelaku mendatangi rumah korban yang berlokasi di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, lalu membekap korban di dalam kamar sampai korban pingsan.

"Ada hubungan kerabat antara korban dan pelaku. Di samping itu, korban ini sering dimintai tolong dan dipinjamkan duit oleh pelaku," kata Kapolsek Tejakula AKP Ida Bagus Astawa di Mapolres Buleleng, Senin (30/5).

Saat kejadian, korban berada di rumahnya seorang diri karena single parent atau janda dan anaknya berada di Denpasar.

Waktu itu korban baru selesai makan di dapur dan hendak buang air kecil ke kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi, situasi gelap karena lampu kamar mandi mati. Karena korban tinggal sendirian di rumah, maka pintu kamar mandi tidak ditutup.

Saat itu pelaku membekap dengan kuat sampai korban terjatuh tergeletak di atas WC. Korban kemudian pingsan.

Ketika sadar, korban berusaha bangun sambil sempoyongan menuju teras rumah dan duduk menenangkan diri. Putri sempat muntah karena pusing. Dia kemudian memeriksa tas tempat menyimpan uang hasil pungutan cingkreman atau arisan yang berada di atas kasur.

"Setelah diperiksa ternyata uang yang sebanyak sekitar kurang lebih Rp25 juta sudah tidak ada di dalam tas. Dan korban juga merasakan sakit di bagian wajah sehingga korban bercermin dan kaget melihat wajahnya dalam kondisi luka lebam dan baru menyadari kalau korban mengalami peristiwa pencurian dengan kekerasan. Sehingga korban bergegas keluar rumah meminta pertolongan tetangga untuk mengantarkan ke Polsek Tejakula," imbuhnya.

Usai mendapat laporan korban, polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP serta memeriksa saksi. Hasilnya, ciri dan identitas mengarah kepada Karuna.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan uang hasil curian ditanam di belakang rumah pelaku.

"Begitu melarikan barang bukti, oleh pelaku ditanam di belakang rumahnya dengan tas plastik warna putih," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan uang tunai sebesar Rp25.497.000. Dari pengakuan pelaku, uangnya akan dipakai untuk belanja sehari-hari dan bayar utang.

"Uangnya belum dipakai ditanam agar istri tidak dan keluarganya tidak tahu. Modus operandinya mengambil uang kepunyaan korban dengan didahului kekerasan, dengan cara pelaku membekap mulut korban sehingga korban tidak berdaya dan pingsan," ujarnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 365, Ayat (2) ke 1 KUHP pencurian dengan kekerasan dengan ancaman penjara selama-lamanya atau 12 tahun penjara. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel