Pria Ini Terima 5 Dosis dari 3 Vaksin Berbeda dalam Waktu 2 Bulan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pandemi yang belum berakhir pun membuat banyak negara memilih untuk melakukan vaksin COVID-19 termasuk di Indonesia. Namun, pengadaan vaksinasi bagi seluruh masyarakat bukanlah perkara mudah bagi pemerintah.

Adanya kesamaan serta pemerataan pendataan penduduk mejadi salah satu kunci keberhasilan program vaksin. Tak hanya itu saja, pencatatan data bagi seseorang yang telah dilakukan vaksin juga harus benar-benar teliti. Hal ini agar tidak terjadi kesalahan seperti yang tengah diselidiki oleh pihak berwedang Rio de Janeiro, Brasil.

Dilansir Liputan6.com dari odditycentral.com, Senin (30/8/2021) pihak otoritas kota Rio de Janeiro tengah menyelidiki terkait adanya seorang pria yang menerima 5 dosis vaksin COVID-19. Namun, bukan hanya itu saja pasalnya pria yang tidak disebutkan namanya itu justru mendapatkan 5 dosis dari tiga jenis vaksin yang berbeda.

Hal ini pun tentu saja menjadi sorotan netizen. Terlebih lagi kelima dosis tersebut diberikan hanya dalam rentan waktu 10 minggu saja. Tentu saja adanya kasus ini membuat banyak masyarakat merasa heran, bagaimana bisa satu orang mendapat lima dosis, sedangkan dosis yang diterima pada umumnya hanya dua kali.

Setelah vaksin ke-5 baru ketahuan

Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)
Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)

Dilansir Liputan6.com dari odditycentral, Senin (30/8/2021) pria yang tidak disebutkan namanya tersebut tercatat telah menerima vaksin secara rutin pada Mei hingga Juli 2021. Adanya maraton vaksinasi ini pun ditemukan oleh salah satu staf kesehatan saat akan mendapatkan suntikan vaksin lainnya.

Dalam catatan yang diperoleh, pria Brasil ini mulai mendapatkan suntikan Pfizer pertama pada 12 Mei 2021, setelah itu dirinya justru mendapatkan vaksin dari AstraZeneca pada 5 Juni. Tak berhenti sampai disitu, pada 17 Juni ia justru menerima vaksin dari COronavac. Sedangkan pada 9 Juli ia kembali menerima suntikan vaksin dosis kedua untuk vaksin dari Pfizer. Terakhir, pria Brasil ini mendapatkan vaksinasi pada 21 Juli untuk Coronavac.

Jadi kasus pertama

Ilustrasi vaksin pada ibu hamil (pexels.com/Frank Meriño)
Ilustrasi vaksin pada ibu hamil (pexels.com/Frank Meriño)

Adanya kasus seseorang yang menerima 5 dosis vaksin ini menjadi yang pertama kali ditemukan. Sebelumnya, kasus mengenai seseorang yang mendapatkan vaksin ketiga juga menjadi sorotan media Brasil. Namun, adanya kasus baru ini langsung menjadi sorotan banyak pihak.

Departemen Kesehatan Kota Rio sendiri menyebut jika hal ini masih dalam penyelidikkan. Pasalnya, pada awalnya mereka percaya jika catatatan vaksinasi COVID-19 yang dilakukan oleh pria tersebut hanya kesalahan dari platform online saja. Namun, adanya penyelidikkan awal oleh Departemen Kesehatan Kota Rio menunjukkan jika kasus ini bukan kesalahan pendaftaran.

"Kasus ini sedang diselidiki untuk mengidentifikasi apakah itu kegagalan untuk mendaftarkan dosis pria itu sebelumnya dalam sistem, atau 'ketidakteraturan' lainnya," kata Departemen Kesehatan Kota Rio dalam sebuah pernyataan.

Namun, pria yang mendapatkan suntikan dosis vaksin sebanyak 5 kali tersebut hanya menunjukkan jika dirinya telah mendapatkan suntikan dosis pertama ataupun kedua. Belum diketahui secara pasti apakah ia benar-benar mendapatkan suntikan pertama sebelum mendapatkan yang kedua.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel