Pria Kemayu di Citayam Fashion Week Tuai Kontroversi

Merdeka.com - Merdeka.com - Citayam Fashion Week di kawasan Dukuh Atas Jakarta, mulai meresahkan banyak pihak. Kawasan yang semula hanya diramaikan kumpulan bocah dari kawasan suburban, kini berubah menjadi episentrum megah yang dipadati kelompok manusia dari pelbagai kelas.

Imbasnya, kawasan yang notabene jalan umum tersebut kini berubah jadi panggung aksi yang berdampak pada kemacetan kendaraan bermotor, hingga sulitnya pejalan kaki untuk lewat.

Selain itu, lenggok para peraga busana yang tentu menjadi sorotan kini semakin menuai kontroversi. Terlebih, saat hadir sekelompok pria berpakaian wanita yang dinilai melanggar norma ketimuran menyimpang kodrat, khususnya di Indonesia.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Abdul Salam menegaskan, pihaknya siap melakukan penertiban terhadap pria kemayu. Menurut dia, para pria-pria tersebut merupakan warga kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

"Mereka akan dimasukin ke panti kedoya nanti mereka di-assessment nanti akan dirujuk ke panti-panti yang memang sesuai dengan jenis PMKS-nya," kata Abdul pada Senin, 25 Juli 2022.

Abdul merinci, penindakan dan penertiban para pria berpakaian wanita di kawasan Dukuh Atas akan dilakukan oleh petugas dinsos yang disiagakan di lokasi.

"Kami juga sudah menurunkan petugas standby baik di terowongan Kendal maupun di SCBD (Sudirman Citayam Bojonggede Depok)," tegas Abdul.

Reaksi Komnas HAM

Menanggapi pernyataan Abdul, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai jika langkah Dinsos DKI terlalu berlebih dan tidak tepat apabila terkait dandan mereka berujung penindakan.

"Itu menurut kami tidak tepat," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan, dikutip Selasa, 26 Juli 2022.

Menurut Anam, apabila langkah penindakan dilakukan dengan serampangan ke depannya dapat menimbulkan fenomena diskriminatif. Padahal, acara tersebut turut mendapatkan apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Acara itu bahkan diapresiasi oleh gubernurnya. Karenanya, harus bijak melihat fenomena ini, jangan prasangka. Melakukan tindakan-tindakan yang potensial terjadi diskriminasi," ucap Anam.

Anam menyarankan, kepada Dinsos harus lebih dahulu mengkaji dan melihat jangan sampai secara sepihak melabeli para pria yang berdandan kemayu tersebut memiliki masalah sosial.

"Makanya ketika ekspresi itu sama gubernurnya diapresiasi, jangan setelah itu diperiksa, dikasih status orang yang memiliki masalah sosial," sambung Anam.

Pemprov DKI Waspadai LGBT

Wakil Gubernur DKI Riza Patria mewanti, banyaknya pria berpakaian wanita di Citayam Fashion Week CFW bisa menjadi cikal bagi gerakan pro Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT). Dia berharap, ruang ekspresi CFW tidak dinodai hal-hal yang menyimpang norma.

"Para artis, selebgram bantu anak-anak kita jangan semua harus pemerintah, swasta juga bantu dibimbing, disalurkan juga. Yang harus hati-hati itu soal LGBT," wanti Riza di Gedung DPRD DKI, Selasa, 26 Juli 2022.

Riza mengamini, jika para kelompok muda dan remaja butuh ruang untuk eksistensi. Karenanya dia mendorong semua pihak untuk kooperatif dengan menunjukkan cara terdidik.

"Bagaimanapun anak-anak kita butuh berekspresi butuh eksistensi diri kita jaga kita didik," Riza menutup.

Reporter: Radityo/Liputan6.com [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel