Pria Kulit Hitam di Brasil Diduga Tewas Setelah Dimasukkan dalam Bagasi Mobil Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria kulit hitam di Brasil diduga tewas setelah dipaksa masuk ke dalam bagasi mobil polisi. Kematian Genivaldo de Jesus Santos (38) ini memicu kemarahan publik.

Dikutip dari BBC, Minggu (29/5), Jesus Santos ditilang polisi di jalan kota Umbauba, negara bagian Sergipe pada Rabu. Rekaman video menunjukkan dua anggota polisi menahan bagasi di mana pria itu berada saat asap tebal mengepul dari dalam mobil.

Laporan otopsi pada Kamis mengonfirmasi Santos tewas karena asphyxia atau kekurangan oksigen.

Polisi lalu lintas federal Brasil mengatakan telah membuka penyelidikan terkait tindakan petugasnya. Penyelidikan juga dilakukan kepolisian federal untuk memastikan penyebab kematian Santos.

Menurut pernyataan polisi, Santos ditangkap karena melawan polisi dan untuk mencegah tindakan agresifnya dilakukan teknik imobilisasi dan langkah lainnya dengan potensi serangan yang lebih kecil.

Namun keponakan Santos, Wallison de Jesus mengatakan kepada media, dia berada di TKP saat itu dan pamannya mengendarai sepeda motor ketika polisi lalu lintas federal menilangnya dan memintanya untuk mengangkat baju.

Dia mengatakan pamannya saat itu baru saja membeli resep obat schizoprenia dan gugup ketika petugas menemukan obat tersebut. Wallison menginformasikan polisi terkait kondisi pamannya tapi polisi "mulai melakukan penyiksaan". Polisi menekan pamannya ke tanah, diikat dan dimasukkan ke bagasi mobil.

Video tersebut beredar luas di dunia maya, menunjukkan kaki Santos menjuntai dari dalam bagasi mobil. Saat Santos menendang dan berteriak, dua anggota politi itu terlihat menekan pintu bagasi, sementara muncul gas dari dalam.

"Mereka akan membunuh pria itu," kata seorang yang melintas di TKP saat melihat kaki Santos berhenti bergerak.

Wallison mengatakan petugas polisi itu pergi ke kantor polisi, lalu membawa pamannya ke rumah sakit setelah menyadari dia tidak lagi sadarkan diri. Menurut pernyataan polisi, Santos dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Otopsi yang dilakukan lembaga kedokteran forensik pemerintah menyatakan Santos meninggal karena asphyxia tapi tidak bisa memastikan apa penyebabnya.

Istri Santos, Maria Fabiana menyebut insiden itu "sebuah kejahatan" dan mengatakan kepada koran lokal G1 suaminya tidak pernah melakukan kekerasan.

Insiden ini menuai kecaman di seluruh Brasil. Banyak pihak menyebut tindakan polisi itu adalah rasisme.

"Tubuh orang kulit hitam lainnya dibunuh oleh tangan negara. Ini tidak bisa diterima," tulis aktivis kulit hitam dan politikus, Renata Souza di Twitter.

Unjuk rasa juga terjadi sebelum pemakaman Santos di Umbauba pada Kamis di mana massa membakar ban di jalan di mana dia terbunuh. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel