Pria Kulit Hitam Ditembak, Kerusuhan Pecah di Philadelphia

Syahrul Ansyari
·Bacaan 1 menit

VIVA - Seorang pria kulit hitam bernama Walter Wallace Jr, ditembak mati polisi di Philadelphia, Amerika Serikat, pada Senin, 26 Oktober 2020. Peristiwa tersebut memicu kerusuhan di kota tersebut.

Dilansir dari laman CP24, Kamis, 29 Oktober 2020, ratusan orang menggelar protes pada Selasa malam. Beberapa demonstran kemudian melemparkan puing-puing ke petugas. Kedua belah pihak pun terlibat bentrok.

Untuk menghindari kejadian yang lebih buruk, pejabat setempat akan memberlakukan jam malam mulai pukul 9 malam sampai 6 pagi.

Walikota Jim Kenney mengatakan bahwa kota itu telah melalui masa yang sangat sulit. Dia menegaskan vandalisme bukanlah jawabannya.

"Ada banyak pengunjuk rasa damai di luar sana tadi malam. Namun kekerasan bukanlah bentuk ekspresi yang dapat diterima," katanya.

Kerusuhan dimulai Senin malam, tak lama setelah Wallace, 27, terbunuh. Insiden itu memicu protes di tempat lain, seperti Washington, wilayah Brooklyn di New York City dan Portland, Oregon, di mana para demonstran memegang tangan mereka dalam bentuk "W" untuk menghormatinya.

Polisi dilaporkan menangkap lebih dari 90 orang. Sementara itu, 30 petugas terluka, kebanyakan dari mereka dipukul dengan benda seperti batu bata.

Terkait kematian Wallace, polisi mengatakan bahwa yang bersangkutan menolak perintah untuk menjatuhkan pisau. Mereka lantas menembaknya.

Baca juga: Masjid Toronto Tetap Ditutup Usai Terima Ancaman Mengerikan