Pria Mabuk Cari Ribut dengan Anggota Kopassus, Begini Akibatnya

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-31, Jenderal TNI Mulyono, pernah mengatakan bahwa anggota TNI wajib membela rakyat. Tetapi, Mulyono mengingatkan bahwa ada juga rakyat yang tak wajib dibela. Seperti halnya preman yang membuat resah masyarakat, menurutnya tak perlu dibela.

Apa yang dikatakan oleh Mulyono itu ada benarnya. Dikutip VIVA Militer dari catatan dalam buku "Kopassus untuk Indonesia", ada sebuah peristiwa di mana seorang anggota satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memberi pelajaran kepada seorang pria mabuk.

Sekitar tahun 1993 hingga 1994, sejumlah anggota Kopassus diterjunkan ke Port Moresby, ibukota negara tetangga, Papua Nugini. Pengerahan anggota Korps Baret Merah ke Port Moresby bukan tanpa alasan. Hal ini menyangkut keamanan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang kerap mendapat intimidasi dari warga setempat.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari BBC, Port Moresby adalah salah satu kota paling berbahaya di dunia. Kriminalitas di sana sangat tinggi. Apalagi, penduduk Port Moresby disebut sangat gemar mabuk-mabukan minuman keras.

Kebiasaan buruk itu ternyata disenangi juga oleh warga Port Moresby yang bekerja sebagai staf lokal di KBRI. Akibat mabuk di waktu jam kerja, seorang staf lokal KBRI pernah ditegur oleh staf yang berasal dari Indonesia. Akan tetapi, Warga Negara Indonesia (WNI) itu malah dikeroyok dan dipukuli sejumlah warga Port Moresby.

Setelah anggota Kopassus datang pada 1993, situasi relatif menjadi lebih aman. Akan tetapi, seorang prajurit TNI, Sersan Kepala (Serka) Margono, pernah menjadi saksi buruknya sikap staf lokal saat bekerja di KBRI.

Anggota Kopassus itu menceritakan bahwa ada salah seorang staf lokal yang datang dan berperilaku kurang ajar. Disebut Margono, mata orang itu sudah memerah dengan aroma alkohol yang santer tercium dari mulutnya. Margono bahkan mendapat tantangan untuk berkelahi.

Apa yang dilakukan staf lokal yang mabuk itu tentu salah alamat. Menantang seorang anggota satuan elite yang namanya tersohor di dunia, sama saja cari mati.

Pada awalnya, Margono tetap sabar dan mencoba menegurnya. Karena tidak mau pergi juga. Margono bahkan sempat menerima tantangannya untuk berkelahi, namun ternyata orang mabuk itu cuma gertak sambel. Akhirnya anggota Kopassus itu pun menyiram orang mabuk itu dengan air.

"Saya tegur sekali, dua kali, dia tidak mau pergi. Saya mengambil air dan saya siram dia. Saya ajak berkelahi, dia tidak berani. Dia kemudian pergi ngeloyor sambil ngomel-ngomel," kata Margono.