Pria Pemabuk Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jeruk

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Manado - Seorang pria lajang berinisial PT (46), warga Tateli Weru Jaga 1, Mandolang, Minahasa, ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon jeruk, Kamis (12/11/2020), sekitar pukul 07.00 Wita.

PT pertama kali ditemukan saudara kandungnya, Alfince Tempone (35), saat pulang dari pantai Tateli Weru. Ketika memasuki pekarangan rumah, Alfince melihat PT dalam keadaan leher terlilit seutas tali plastik warna hijau tua. Dia terikat dan tergantung di batang pohon jeruk setinggi 2 meter.

Melihat itu, Alfince langsung menyuruh anaknya, Denis, untuk mengambil pisau. Dia kemudian memotong tali yang melilit leher adiknya, jasadnya pun langsung jatuh tertelungkup di tanah.

Saat itu, dirinya sempat memeriksa denyut nadi korban namun PT sudah tidak bernyawa. Tak lama kemudian keluarga korban yang lain berdatangan.

Alfince mengatakan, korban sering mengonsumsi minuman keras. Pada Rabu malam, dia melihat korban tengah mabuk minum keras.

Aparat desa setempat Dance Humonobe (54) menuturkan, beberapa saat sebelum kejadian, dirinya sempat bertemu dan berbincang-bincang dengan PT. Saat itu PT terlihat wajar-wajar saja serta tidak memperlihatkan gelagat mencurigakan.

Kasubbag Humas Polresta Manado Iptu Yusak Parinding saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Pihak Polsek Pineleng Minahasa, kata Yusak, sudah mendatangi dan melakukan olah TKP.

"Juga mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi," ujarnya.

Dugaan awal, korban PT meninggal karena bunuh diri. Yusak juga mengatakan, pihak keluarga menolak autopsi yang dinyatakan dalam berita acara. Jenazah korban lalu diserahkan oleh aparat Polsek Pineleng, Minahasa, kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Simak juga video pilihan berikut: