Pria Penendang Sesajen Gunung Semeru Jadi Tersangka

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Pria berinisial HF, penendang sesajen di Gunung Semeru ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

"Status yang bersangkutan sudah sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Surabaya, Jumat (14/1/2022), dikutip dari Antara.

HF ditangkap di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (13/1) malam pukul 22.30 WIB.

"Untuk konstruksi hukumnya, pasal yang kami kenakan adalah pasal 156 dan 158 KUHP. Untuk proses pemeriksaan dilaksanakan di Polda Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menyatakan, dari keterangan awal tersangka, ponsel yang digunakan untuk merekam kejadian itu adalah ponsel miliknya sendiri.

Termasuk diantaranya, yang mengunggah video tersebut ke media sosial adalah dirinya sendiri.

“Jadi handphone yang digunakan milik bersangkutan. Kemudian dia minta bantuan teman di lokasi itu untuk mengambil dan memvideokan, setelah itu video itu (diunggah) ke grup WA yang bersangkutan,” ujarnya.

Spontanitas

Soal motif tersangka melakukan penendangan tersebut, Totok menyatakan jika hal itu karena spontanitas pemahaman keyakinan tersangka.

"Sementara karena spontanitas karena pemahaman keyakinan saja. Barang bukti yang (disita) pertama saja yang di lokasi hasil olah TKP. Yang kedua rekaman video dan handphone-nya. Tersangka yang lain nanti akan menyusul," katanya.

Terpisah, tersangka HF menyatakan permintaan maafnya pada masyarakat Indonesia terkait dengan viralnya video tersebut. Namun sayang, ia tak menjelaskan lebih detail motif mengapa dirinya melakukan tindakan tersebut.

“Seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai kiranya apa yang kami lakukan dalam video itu dapat menyinggung perasaan saudara kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel