Pria yang Dibanting Polisi di Rokan Hulu Jadi Tersangka Pengeroyokan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kericuhan yang terjadi saat demonstrasi beberapa waktu lalu di perkebunan sawit, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau berujung penganiayaan satpam perusahaan PT KSM bernama Airlangga Suliah (23).

Dalam kasus penganiayaan tersebut, polisi menetapkan empat tersangka berinisial Ju (36), Da (30), Jas (45), TH (39). Salah satu tersangka berinisial Jas sempat terbangting oleh polisi yang mengamankan demo.

Korban mengalami gegar otak usai dikeroyok pendemo saat mengamankan aksi unjuk rasa. Dia dirawat di Rumah Sakit Aulia Pekanbaru.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto mengatakan, salah satu tersangka merupakan pria yang terbanting polisi saat diturunkan dari truk untuk dipindahkan ke truk lainnya.

"Iya ada empat yang ditetapkan jadi tersangka, mereka yang kita pilah-pilah di atas truk, dipisahkan yang terlibat langsung penganiayaan ke truk lainnya. Ada yang membawa senjata tajam," kata Wimpi saat dihubungi merdeka.com, Jumat (10/6).

Wimpi menjelaskan, para tersangka ditahan untuk mempermudah proses penyidikan. "Mereka para tersangka ditahan. Keempat tersangka dijerat pasal 170 dan kepemilikan senjata tajam," jelasnya.

Wimpi menyebutkan, penetepan tersangka itu berdasarkan laporan korban. Bahkan korban berstatus pemuda yatim piatu itu mengalami muntah-muntah, dan gegar otak.

"Untuk pihak keamanan yang mengalami luka sudah kita terima laporannya, dan kondisi korban memang ada mengalami gegar otak ringan. Korban juga ternyata yatim piatu," tutur Wimpi.

Sementara itu, Manager GA perusahaan, Tulus Osin Hamonangan Naipospos saat dikonfirmasi mengatakan, korban masih menjalani perawatan intensif.

"Saat itu satpam kami mengamankan aksi demo sarikat pekerja di perusahaan kami, tapi dia malah jadi korban pengeroyokan sampai gegar otak," ujar Osin.

Saat kejadian, kepala korban dipukuli berulang kali hingga tumbang. Bahkan korban sampai muntah-muntah karena kepalanya ditinju sejumlah orang.

Osin mengatakan, saat itu massa memblokade akses jalan menuju pabrik kelapa sawit perusahaan. Bahkan mereka membuat tenda di sekitar perusahaan.

Demo berujung kericuhan tersebut terjadi saat pengurus serikat kerja akan melakukan mediasi dengan perusahaan.

Namun di sisi lain, menurut Osin, pihak perusahaan sudah bekerja sama dengan serikat pekerja lain.

"Beberapa kali kami telah berjumpa dengan kedua serikat pekerja dengan dimediasi oleh Polres Rokan Hulu baik di DPRD maupun di Mapolres. Namun tak menemui titik temu atau kesepakatan di antara kedua serikat pekerja," kata Osin.

Dalam surat kesepakatan pihak perusahaan bahkan mengakomodir warga tempatan. Osin menyampaikan, dia tak ingin beresiko hukum jika membatalkan kesepakatan itu.

Namun aksi demo berujung ricuh tak terhindarkan. Bahkan, sempat viral video seorang polisi yang melempar salah satu pendemo yang diduga ikut melakukan penganiayaan terhadap korban. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel