Pria yang Sembuh dari COVID-19 Alami Disfungsi Ereksi, Ini Kata Dokter

Lutfi Dwi Puji Astuti, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa pria yang sembuh dari COVID-19 mengeluhkan efek samping pasca terinfeksi COVID-19. Salah satunya adalah terkait dengan masalah seksualitas mereka.

Beberapa pria mengeluhkan mereka sulit untuk ereksi pasca sembuh dari COVID-19. Mungkinkah ada hubungan antara terserang virus dengan masalah seksualitas? Jawabannya adalah ya.

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinological Investigation mengeksplorasi pertanyaan yang sama persis. Profesor dari Universitas Roma Tor Vergata, Profesor Emmanuele Jannini dan rekan-rekannya menemukan hubungan pasti antara disfungsi ereksi (DE) dan COVID-19. Bagaimana hubungan di antara keduanya? Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti dilansir dari laman SCMP.

1. Masalah kesehatan secara keseluruhan.

Suka atau tidak, DE adalah indikator yang baik untuk kesehatan kita secara keseluruhan dan seringkali merupakan gejala dari masalah kesehatan yang mendasarinya. Dan karena COVID-19 dapat memperburuk (atau menyebabkan) banyak masalah kesehatan, tidak heran jika ada hubungannya dengan DE.

2. Masalah psikologis

Selain dampak kesehatan fisik seseorang, COVID-19 juga mempengaruhi berbagai masalah kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan, yang keduanya dapat menyebabkan DE.

3. Masalah jantung

Banyak orang dengan COVID-19 telah mengembangkan masalah kardiovaskular, termasuk tingkat peradangan yang berbahaya di jantung dan sistem peredaran darah. Dan masalah dengan sirkulasi darah dapat menyebabkan DE.

Seorang ahli urologi AS dan ahli pengobatan seksual pria yang berbasis di California, AS, Dr Judson Brandeis khawatir bahwa pandemi COVID-19 akan mengakibatkan disfungsi ereksi yang meluas.

“Fungsi ereksi sangat bergantung pada aliran darah, yang dimulai dari jantung, berdenyut melalui arteri besar, dan kemudian mengalir melalui pembuluh darah kecil. Kondisi seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan merokok menyebabkan kerusakan lapisan dalam pembuluh darah, yang menyebabkan DE. Begitu juga dengan COVID-19,” kata dia.

Tidak hanya itu, Brandeis juga menjelaskan bahwa virus corona membajak sel kita sendiri untuk membuat salinan baru dari dirinya sendiri, yang kemudian dilepaskan ke seluruh tubuh.

“Namun, karena tubuh kita belum pernah melihat virus ini sebelumnya, ia belum mengembangkan antibodi yang memungkinkannya memasang pertahanan yang ditargetkan,” kata dia.

Akibatnya, ia mencoba membasmi penyerang dengan meluncurkan respons imun non-spesifik yang masif. Respons masif tubuh akhirnya merusak dirinya sendiri terutama endotelium, yang merupakan lapisan sel halus yang melapisi pembuluh darah kita.

“Intinya pembuluh darah menyempit dan aliran darah terhambat, yang meningkatkan masalah disfungsi ereksi,” jelas dia.