Pria yang Viral Ancam Patahkan Leher di Medan Mengira Bobby Preman, Bukan Wali Kota

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaku pengancaman dan penganiayaan terhadap petugas parkir elektronik yang viral di Kota Medan telah ditangkap. Pelakunya merupakan Rizkan Putra, warga Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Dalam video yang beredar Rizkan mengancam akan mematahkan batang leher "Pak Bobby" yang disebutkan si petugas parkir. Setelah ditangkap, dia mengaku tidak tahu bahwa Bobby yang dimaksud adalah Wali Kota Medan.

"Saya sebelumnya tidak tahu yang namanya Pak Bobby. Jadi dalam benak saya Pak Bobby itu preman, makanya kami takut. Sampai saya mau ngancam dia (petugas parkir), sebenarnya kami takut karena pendatang," katanya di Mapolrestabes Medan, Senin (25/4).

Pelaku Minta Maaf

Rizkan menambahkan, dirinya tak bermaksud untuk menghina Bobby yang notabene Wali Kota Medan. Atas hal tersebut, Rizkan menyampaikan permohonan kepada menantu Presiden Jokowi itu.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada Pak Bobby, khususnya tukang parkirnya karena sudah berkata kasar," ujarnya.

Bukan hanya itu, Rizkan juga membeberkan bahwa dirinya sempat terpancing oleh petugas parkir yang dinilainya tak memiliki sopan santun.

"Dia tidak ada sopannya. Enggak ada ucapan salam. Enggak ada sapa-menyapa langsung minta kartu e-toll. Karena yang saya tahu kartu e-toll saldo bisa terkuras makanya saya tak berani. Saya inisiatif bayar dengan tunai. Lalu, si tukang parkir ini bilang boleh bayar tunai tapi Rp5 ribu, ya sudah tidak apa-apa daripada pakai e-toll. Habis itu beberapa menit lagi dia minta kartu e-toll. Jadi saya bukan enggak mau bayar," jelasnya.

Bobby Persoalkan Penganiayaan Petugas Parkir

Sementara itu, Bobby Nasution, mengatakan yang menjadi permasalahan bukan pengancamannya. Namun, penganiayaan terhadap petugas parkir.

"Ya itu di lapangan biasa. Cuma yang paling saya tekankan bukan masalah patahkan leher. Tapi ini petugas parkir kami yang menjadi korban. Walaupun enggak jadi dipatahkan lehernya tapi tangannya kemarin ditarik, dijepit di jendela mobil dan mobilnya dijalankan," kata Bobby.

Seperti diberitakan, Rizkan sempat bersitegang dengan petugas e-parking di Jalan Rahmadsyah, Kota Medan, Sabtu (23/4) sekitar pukul 15.25 WIB. Penganiayaan dan pengancaman yang dilakukan Rizkan terhadap petugas e-parking terjadi saat pembayaran biaya parkir.

Tolak Bayar Parkir Elektronik

Namun, pria arogan itu menolak membayar biaya parkir menggunakan kartu e-toll lantaran ingin membayar secara tunai. Padahal di kawasan itu sudah mewajibkan menggunakan e-parking. Lalu, pria itu langsung mengancam petugas e-parking.

"Kau panggil bosmu ke sini. Ya Pak Bobby kau panggil ke sini biar aku patahkan batang lehernya sekalian. Mau kau? Atau aku patahkan saja batang lehermu?" ucapnya.

Kemudian, salah seorang rekan pria yang mengancam itu langsung tancap gas mobil sehingga tangan petugas e-parking terluka. Selanjutnya, video pengancaman itu viral. Pelaku ditangkap di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel