Prijanto: Banyak Kepala Dinas DKI Mengeluh ke Saya Soal Kerja Jokowi

Prijanto: Banyak Kepala Dinas DKI Mengeluh ke Saya Soal Kerja Jokowi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengaku mendapatkan keluhan dari banyak kepala dinas pemerintah provinsi DKI Jakarta soal kinerja Joko Widodo sebagai orang nomor satu di ibukota. Kata Prijanto, para kepala dinas tersebut mengaku bingung harus bekerja seperti apa karena Joko Widodo kerap tidak memberikan arahan dan perintah yang jelas.

"Banyak Kadis yang mengeluh pada saya. Mereka bingung harus melakukan apa. Setiap mereka memaparkan sesuatu, Jokowi  tidak pernah memberikan keputusan, petunjuk atau arahan kerja. Tetapi malah ingin cepat-cepat keluar," kata Prijanto dalam pernyataannya, Selasa(27/5/2014).

Tidak hanya kepala dinas lanjut Prijanto, staf dan karyawan banyak pula yang mengeluarkan isi hatinya selama bekerja di bawah kepemimpinan Joko Widodo.

"Banyak staf atau karyawan Jokowi yang menyampaikan ke saya. Mereka heran, ini gubernur aneh. Di luar banyak dipuji karena dianggap dekat dengan rakyat tapi dengan bawahan sendiri tidak dekat," ujarnya.

Atas banyaknya keluhan itu Prijanto pun lalu menilai sosok pribadi Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi bukan tipe pemimpin bertanggung jawab.

"Saya pernah bertanya, mengapa PT. MRT banyak dikendalikan oleh orang Ahok? Jokowi dengan santai menjawab, biarin. Kalau MRT gagal yang salah Wagub, tapi kalau MRT berhasil yang dikenang Gubernur," katanya.

Prijanto juga menduga Jokowi tidak peka terhadap tindak korupsi. Prijanto bahkan mendapat kesan bahwa Jokowi membiarkan dan melindungi tindak korupsi.

"Kasus korupsi bus TransJakarta itu hanya salah satu contohnya saja," katanya.

Jokowi masih kata Prijanto juga memimpin DK Jakarta seperti tanpa arah dan tujuan dan politisi PDI Perjuangan ini tidak paham dengan baik persoalan administrasi. Banyak berkas menumpuk belum ditandatangani sehingga beberapa hal tersendat. Sebaliknya, kalau terkait pencitraan diri, Jokowi cepat sekali bertindak. 'Blusukan' atau pendirian stadion di atas taman BMW yang masih bermasalah itu contohnya.

"Jokowi seperti tidak sabar ingin meletakkan batu pertama agar dikenang sebagai Gubernur yang peduli pada rakyat," kata Prijanto.
 
Prijanto merupakan mantan Wakil Gubernur DKI yang awalnya cukup dekat dengan Jokowi. Bahkan saat pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, Prijanto kerap dimintai masukan oleh Jokowi tentang kondisi Jakarta. Hal tersebut membuat Prjanto mengenal dengan baik sosok Jokowi. Hubungan Prijanto dengan Jokowi mulai renggang karena perbedaan prinsip terkait korupsi taman BMW.

Baca Juga:

Muhaimin Iskandar: Jokowi-Jusuf Kalla Membawa Kitah Reformasi

Saat Surya Paloh Salah Sebut Ketua Umum PDIP Megawati Jadi Rahmawati

Hadiri Rakernas NasDem, Jokowi Cium Tangan Megawati