Prilly Latuconsina Ogah Nikah Cepet Demi Hal Ini

Adinda Permatasari
·Bacaan 1 menit

VIVAStunting masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Data terkini menunjukkan bahwa sekitar 9 juta balita Indonesia saat ini mengalami stunting, yang artinya 1 dari 3 bayi dilahirkan terdiagnosa stunting.

Pandemi COVID-19 diyakini ikut memperburuk angka stunting. Sebanyak 60 persen posyandu tidak menjalankan fungsinya, dan lebih dari 86 persen program stunting berhenti akibat pandemi.

Menyadari hal ini, dua lembaga nirlaba 1000 Days Fund atau Yayasan Seribu Cita Bangsa dan Yayasan Kesehatan Perempuan mencanangkan sebuah inisiatif publik bertajuk Gerakan Nasional #IndonesiaBebasStunting 2030.

Prilly Latuconsina yang ditunjuk sebagai Duta Generasi Berencana turut berpartisipasi dengan membantu mengedukasi masyarakat melalui platform yang ia punya. Hal ini ia lakukan dengan harapan semoga seluruh generasi yang ada dapat lebih menata dan merencanakan hidupnya dengan sebaik mungkin.

Menurut aktris berbakat itu, setiap orang pasti ingin menikah dan memiliki anak. Tapi, menikah tidak bisa hanya sekadar menikah saja, perlu ada persiapan dan perencanaan agar tidak salah langkah.

"Contohnya aku, aku gak mau nikah cepet karena aku belum punya perencanaan yang cukup, dan hal ini aku lakukan karena kita ingin menghasilkan generasi yang baik," tambahnya.

Prilly pun merasa senang karena dapat ikut serta dalam menggerakkan Indonesia Bebas Stunting ini.

"Alhamdulillah dengan platform yang aku punya, aku bisa mengedukasi banyak hal kepada masyarakat contohnya berbagi mengenai bahaya stunting ini," kata Prilly.

Permasalahan terbesar dalam pengentasan stunting adalah masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya stunting. Hal tersebut menyebabkan masyarakat masih mengabaikan gizi yang seimbang dan kebersihan yang menjadi kontributor penyebab stunting.

"Jangan lupa merencanakan hidup, karena perencanaan itu keren. Kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri siapa kita, dan apa yang kita perlukan. Jangan sampai kita salah langkah karena tidak memiliki perencanaan yang baik yang dapat menyebabkan segala sesuatu hal yang tidak diinginkan," pesan Prilly.

Laporan: Prima Nadia Rahayu