Prilly Latuconsina Serukan Edukasi Soal Fakta 1 dari 3 Bayi di Indonesia Alami Stunting

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Stunting merupakan kurang gizi berkepanjangan pada bayi. Prilly Latuconsina sedang gencar memberi edukasi mengenai masalah ini. Bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala mendapati fakta bahwa sekitar 9 juta balita Indonesia saat ini mengalami stunting.

Artinya, 1 dari 3 bayi yang dilahirkan terdiagnosis stunting alias kurang gizi berkepanjangan pada bayi di Indonesia. Menurut Prilly Latuconsina, memiliki anak bukan cuma keinginan pasangan pengantin yang baru menikah.

Justru sebelum berpikir untuk memiliki momongan, calon orangtua mesti menyiapkan asupan gizi terbaik bagi anak-anak mereka. Prilly Latuconsina meyakini, jika setiap orangtua sadar pentingnya pemberian gizi untuk anak, maka kasus bayi stunting di Indonesia bisa ditekan.

Dipikirkan Sejak Awal Menikah

Prilly Latuconsina didapuk sebagai pembicara dalam Webinar Indonesia Bebas Stunting 2030 yang digelar pada 8 April 2021 (ist)
Prilly Latuconsina didapuk sebagai pembicara dalam Webinar Indonesia Bebas Stunting 2030 yang digelar pada 8 April 2021 (ist)

"Kalau (rencana) untuk punya anak itu harus dipikirkan sejak awal (oleh pasangan yang ingin menikah). Karena ini berkaitan dengan gizi bayi, ada pengaruh bagaimana bayi mendapatkan gizi dan nutrisi yang baik," kata Prilly Latuconsina melalui Webinar Indonesia Bebas Stunting 2030 yang digelar Kamis (8/4/2021).

Edukasi

Prilly Latuconsina (Instagram/prillylatuconsina96)
Prilly Latuconsina (Instagram/prillylatuconsina96)

Prilly Latunconsina tak memungkiri banyaknya calon ibu yang belum mengerti soal stunting. "Banyak yang belum paham pentingnya memberikan gizi terbaik bagi bayi agar angka stunting di Indonesia tidak semakin bertambah," dia melanjutkan.

Terbuka

Prilly Latuconsina (Instagram/prillylatuconsina96)
Prilly Latuconsina (Instagram/prillylatuconsina96)

Stunting, disebutkan Prilly Latuconsina, ancaman serius bagi setiap bayi di Indonesia. "Perlunya orangtua dengan pemikiran terbuka, menyadari ada bahaya stunting pada bayi yang bisa disebabkan karena ketidaktahuan masalah pemberian gizi ini," Prilly menyambung.

Angka Stunting di Indonesia

Prilly Latuconsina didapuk sebagai pembicara dalam Webinar Indonesia Bebas Stunting 2030 yang digelar pada 8 April 2021 (ist)
Prilly Latuconsina didapuk sebagai pembicara dalam Webinar Indonesia Bebas Stunting 2030 yang digelar pada 8 April 2021 (ist)

Seperti diketahui, angka stunting pada bayi di Indonesia memburuk. Menurut data 2019, jumlah kasus stunting di Indonesia mencapai 29,67 persen. Ini lebih tinggi dari angka standar WHO yaitu 20 persen.

"Mereka tumbuh dengan ancaman pneumonia, diare, dan sering sakit. Otak dan sistem imunitas mereka tidak tumbuh dengan seharusnya," kata Lead Strategist 1000 Days Fund, Zack Petersen, di acara yang sama.